Partai Poros Tengah Ajak Demokrat Berubah Haluan

28/10/2017
103 Views

Portaltiga.com – Partai-partai poros tengah yang meliputi Partai Gerindra, PAN dan PKS mulai melakukan manufer politik untuk mengubah pilihan cagub dan cawagub yang akan diusung Partai Demokrat (PD) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2018 mendatang.

Hal ini lantaran ketiga partai telah mampu untuk mengusung pasangan calon di Pilgub Jatim 2018 mendatang dengan jumlah kursi yang dimiliki dengan total 26 kursi.

“Ketiga partai bersepakat untuk tetap dalam satu barisan dalam menentukan opsi terkait di Pilgub Jatim mendatang. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan yang berlangsung Rabu (25/10) lalu,” ujar sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad saat dikonfirmasi, Jum’at (27/10/2017) kemarin.

Partai-partai poros tengah pun mencoba memberikan alternatif kepada PD untuk bergabung.

“Makanya tadi usai upacara Sumpah Pemuda di Grahadi, saya sempatkan ketemu dengan Pakde Karwo (Soekarwo) dan saya sampaikan langsung ajakan dari ketiga partai itu ke Pakde Karwo,” ungkap Anwar Sadad.

Ia menghormati pilihan Demokrat mendukung Cagub Khofifah Indar Parawansa dengan harapan pasangan Cawagubnya nanti menjadi jatah Demokrat. Namun, bisa jadi tawaran partai poros tengah di Jatim lebih baik karena semuanya masih berproses.

“Saya bilang ke Pakde Karwo, daripada mengusulkan Emil Dardak sebagai Cawagub, mending sekalian jadi Cagub dan pasangan Cawagubnya nanti akan dibahas oleh partai poros tengah. Beliau merespon dengan baik bahkan mengajak mendiskudikan lebih lanjut wacana tersebut,” jelas politisi asal Pasuruan.

Menurut Sadad, fenomena yang berkembang di era milenial adalah perlunya memberi kesempatan kepada anak muda untuk memimpin. Namun untuk bisa menyaingi figur Gus Ipul dan Khofifah tentunya harus anak muda yang memiliki daya kejut luar biasa.
“Saya kira figur seperti Emil Dardak, Azrul Ananda atau Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bisa menjadi calon alternatif mewakili generasi milenial di Pilgub Jatim mendatang,” tegasnya.

Senada, bendahara DPW PAN Jatim, Agus Maimun menambahkan bahwa pasangan AHY-Emil bisa menjadi calon alternatif bagi masyarakat Jatim dalam Pilgub Jatim 2018. Bahkan dia menjamin partai-partai poros tengah akan satu suara asal Partai Demokrat ikut bergabung.

“Ini bagian dari ikhtiar kita untuk memunculkan pasangan calon alternatif seperti harapan sebagian besar masyarakat Jatim. Mudah-mudahan demokrat juga merespon dengan baik,” harap ketua Fraksi PAN DPRD Jatim.

Sementara itu ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo mengatakan bahwa DPP Partai Demokrat sudah 80 persen akan mengusung Khofifah sebagai Cagub Jatim. Namun untuk posisi Cawagub Ketum DPP PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyepakati dari wilayah Mataraman.

“Tinggal orangnya belum putus sebab alternatifnya banyak sekali, sehingga perlu dikomunikasikan dengan Tim 9 bentukan Bu Khofifah yang berasal dari kiai-kiai,” jelas Pakde Karwo sapaan akrabnya.

Di tanya soal siapa yang mewakili wilayah Mataraman yang diusulkan Demokrat sebagai pasangan Khofifah. Dengan diplomatis Pakde Karwo mengatakan cukup banyak, seperti Bupati Trenggalek Emil Dardak bahkan tidak menutup kemungkinan AHY juga bisa. “Pak SBY dari Mataraman titiknya sudah oke, tinggal mengerucut ke siapa. AHY bisa saja, semua kemungkinan bisa terjadi,” tegas pria yang juga menjabat Gubernur Jatim ini.

Posisi komunikasi dengan Khofifah Indar Parawansa, lanjut Soekarwo masih berjalan terus. Bahkan ketum PP Muslimat NU itu sudah ketemu dengan Ketum DPP PD Susilo Bambang Yudhoyono pada Agustus lalu serta dalam kesehariannya Pak Pramono Edi juga sering ketemu.

“Komunikasi dengan Bu Khofifah masih jalan terus,” imbuhnya.

Ia juga membenarkan telah bertemu dengan sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim. Namun pertemuan nonformal itu hanya membahas soal dinamika politik yang terjadi di Jatim.

“Saya kira itu kan bagus, lebih dinamis dan edukasi politiknya juga baik. Kalau sudah diputus kan selesai dan kan tinggal proses di KPU. Tapi sekarang ada pilihan milenial, kultural dan lain sebagainya,” tutur Pakde Karwo.

Patut diduga perubahan konstelasi politik di Jatim jelang Pilgub Jatim juga dipengaruhi konstelasi politik nasional. Sebab, beredar info ada barter rekom Cagub Lampung dengan Cagub Jatim dari Partai Demokrat dan PKB. “Rekom PKB yang sebelumnya diberikan kepada Arinal berubah ke Ridho Ficardo yang merupakan petahana dan ketua DPD Partai Demokrat Lampung. Sementara Demokrat di Jatim diminta mendukung Gus Ipul,” ujar sumber di lingkungan DPRD Jatim. (abi/tea)

Leave A Comment