Optimalkan WAG, TK Mojo Indah Sukses Gelar Imunisasi Difteri 100 Persen

Portaltiga.com – Pada pelaksanaan imunisasi Difteri 15 November 2018 lalu, TK Mojo Indah Surabaya hanya berhasil 90 persen. Masih ada 10 persen siswa yang belum menjalani imunisasi dengan beragam alasan.

Kondisi ini tidak membuat pihak TK Mojo Indah menyerah begitu saja. Meski ada keterbatasan waktu melakukan sosialisasi dengan langsung, para guru memanfaatkan WhatsApp Grup (WAG).

“Ya lewat grup (WAG) itulah kami terus melakukan pendekatan secara intensif agar orang tua bersedia anaknya diimunisasi,” kata Kepala TK Mojo Indah, Ariyani SPd, Sabtu (29/12/2018) di sela-sela piket di sekolah.

Ia menerangkan, pada pelaksanaan yang ketiga tahun 2018 ini, ada sekitar tujuh murid yang tidak ikut imunisasi. Jumlah ini nyaris sama dengan pelaksanaan sebelumnya.

“Alasannya saat itu sudah imunisasi di Posyandu atau Puskesmas. Itu sungguhan atau hanya alasan, kami tidak tahu. Kami kan tidak bisa memaksa,” ungkap Yani, panggilan akrab kepala sekolah.

Ia mengaku di awal-awal pelaksanaan imunisasi Difteri ini tidak mudah. Berbeda dengan pelaksanaan imunisasi lainnya. Seperti di tempat lain, isu ketidakhalalan vaksin ini membuat para wali murid risau.

“Kami para guru memang harus ekstra kerja keras memberikan pemahaman. Saat bertatap muka secara langsung maupun lewat grup WhatsApp,” ungkap Yani.

Ia mengakui, di WAG sering kali terjadi diskusi tentang vaksin Difteri ini. Para guru pun harus bersabar melayani dan memberi informasi yang benar. Respons wali murid memang beragam.

“Ya memang lumayan juga sih. Saat pulang kerja, waktu istirahat di rumah, eh grup malah ramai. Kan tidak mungkin dibiarkan. Jadi kita intens berkomunikasi. Selain penjelasan langsung, juga kami share link informasi yang benar,” tutur dia.

Dengan semangat inilah, akhirnya TK Mojo Indah bisa menjalankan imunisasi Diftari bagi seluruh siswanya. “Alhamdulillah akhir November saat imunisasi susulan, siswa yang belum suntik akhirnya bersedia semua,” kata Yani sambil tersenyum.

Pelaksanaan imunisasi pun berlangsung penuh keseruan. Salah satu guru, Aventi mengaku sangat senang berhasil menggelar imunisasi 100 persen. “Saat pelaksanaannya itu seru, lucu-lucu reaksi anak-anak saat disuntik,” ungkap Aventi sambil menceritakan jalannya imunisasi.

Sekira pukul 08.00 WIB, Kamis (15/11/2018), imunisasi segera dimulai. Petugas dari Puskesmas Mojo juga sudah siap di ruang guru dengan peralatan suntik dan botol-botol vaksin Difteri. Para murid dikumpulkan di kelas, dan para wali murid menunggu di depan ruang guru.

Satu persatu murid dipanggil. Ada yang wajahnya semakin tegang, ada juga yang tetap woles. Untuk menenangkan murid, guru membantu memeluk bocah-bocah kecil itu. Banyak yang wajahnya tetap polos saat disuntik, juga ada yang sudah menangis sebelum disuntik.

“Calista,” Kepala TK Mojo Indah, Ariyani SPd memanggil.

Bocah perempuan itu memasuki ruang guru dengan tegang. Ia menghampiri guru kelasnya, Aventi. Calista langsung dipeluk Aventi agar lebih tenang. Namun bukannya tenang, ia malah menangis padahal belum disuntik.

“Jangan nangis. Nggak sak sakit kok. Tidak boleh dilawan ya…,” Aventi coba menenangkan muridnya. Khawatir Calistas berontak, guru lainnya, Lina ikut membantu memegang tangan bocah berambut ikal itu. Sedangkan ibunya hanya tertawa melihat ulah Calista.

Petugas Puskesmas ternyata sangat sigap memanfaatkan momentum. Calista belum sempat berontak, vaksin sudah berhasi diinjeksikan. “Nah, sudah. Tidak sakit kan,” ucap Aventi sembari melepaskan dekapannya.

Calista pun berhenti menangis dan melihat lengannya. Namun itu hanya sesaat. Ia kembali menangis saat menuju ibunya. Para guru, petugas Puskesmas, dan wali murid lainnya hanya bisa tertawa melihat kelucuan bocah-bocah ini. (zaq/abi)

JOIN THE DISCUSSION