Mulai Bangun Basement Alun-Alun, Pemkot Akan Tutup Jalan Yos Sudarso Enam Bulan

Portaltiga.com – Pemerintah Kota Surabaya akan memulai pembangunan basement Alun-Alun Kota Surabaya yang terintegrasi dengan Balai Pemuda, di Jalan Yos Sudarso Surabaya, mulai Kamis (20/06) mendatang. Konsekwensi dari pembangunan itu, Jalan Yos Sudarso akan ditutup sementara setidaknya selama enam bulan kedepan.

Ada dua tahap penutupan jalan menuju Balai Kota Surabaya ini. Penutupan sebagian secara bergantian selama kurang lebih dua minggu dan penutupan secara keseluruhan selama enam bulan.

Chalid Buhari Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Dinas Cipta Karya) mengatakan, di tahap pertama pembangunan dimulai dari Pile Integrity Test (PIT) atau tes pantulan gelombang sonic tiang pondasi basement.

“Untuk tes PIT ini, setidaknya berlangsung empat (untuk masing-masing ruas),” katanya ketika memberikan keterangan pers di Humas Pemkot Surabaya, Selasa (18/06/2019).

Selama tes yang berlangsung antara 8-12 hari mulai Kamis besok itu, salah satu sisi Jalan Yos Sudarso akan ditutup secara bergantian. Masing-masing bagian ini akan berlangsung empat sampai enam hari.

Beta Ramadhani Kasie Manajemen Rekayasa Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengatakan, mulai Kamis besok Dishub akan menutup ruas bagian barat Jalan Yos Sudarso.

“Berarti nanti kendaraan dari Jalan Gubernur Suryo tidak bisa ke kiri. Harus ke kanan dulu berputar di bundaran air mancur, baru ke arah Yos Sudarso,” katanya pada kesempatan yang sama.

Beta menjelaskan, rekayasa akan berlaku sebaliknya ketika ruas sisi Timur Jalan Yos Sudarso yang ditutup. Kendaraan dari Jalan Pemuda tidak bisa langsung ke kanan ke arah Yos Sudarso, harus ke kiri dulu lewat bundaran air mancur.

Setelah melaksanakan tes PIT, Dinas Cipta Karya akan segera fokus melaksanakan pembangunan tiang pancang dan rongga basement, yang ditargetkan tuntas selama 600 hari. Namun, penutupan total Jalan Yos Sudarso hanya selama enam bulan.

Sesuai rencana dan penganggaran, kata Chalid, pengerjaan tiang pancang dan rongga basemen ini akan menghabiskan dana APBD senilai Rp24 miliar dari total kurang lebih Rp80 miliar yang dianggarkan.

“Proyek ini memang multiyears, tahun ini kami kerjakan bagian atasnya dulu supaya tidak terlalu lama mengganggu lalu lintas, sisanya tahun depan. Tahun depan anggarannya Rp56 miliar,” ujarnya.

Dishub Kota Surabaya saat ini masih mematangkan rekayasa lalu lintas saat penutupan total Jalan Yos Sudarso itu. Namun, Beta sebagai Kasie Manajemen Rekayasa memastikan, besok sudah ada keputusan.

“Untuk sementara ini, rekayasa saat penutupan total itu, kendaraan dari Jalan Gubernur Suryo akan kami alihkan ke Selatan, ke arah Bambu Runcing,” katanya kepada suarasurabaya.net.

Bagi kendaraan yang hendak menuju ke Taman Surya, maka kendaraan dari Gedung Negara Grahadi akan dilewatkan ke Jalan Embong Kenongo, lewat Jalan Kayoon untuk kembali ke Jalan Pemuda, lalu bisa melewati Jalan Plaza Boulevard arah ke WTC Surabaya.

Namun, rekayasa ini belum tuntas. Dishub Surabaya, kata Beta, akan merapatkan rekayasa lalu lintas ini hari ini, dan akan memutuskan sekaligus menyosialisasikan kepada masyarakat besok, Rabu (19/6/2019).

AKP Tirto Kanit Dikyasa Polrestabes Surabaya mengatakan, pihak kepolisian akan memberikan bantuan selama rekayasa berlangsung. Dia memperkirakan, akan ada 25 personel yang akan diterjunkan.

“Jumlahnya akan kami sesuaikan, karena nanti dari jajaran samping (Pemkot Surabaya) juga akan menurunkan petugas. Tapi setidaknya sudah ada alat VMS untuk sosialisasi ke masyarakat, kami tinggal mengarahkan,” katanya.

Papan Variable Message Sign (VMS) dari Dinas Perhubungan, baik Dishub Surabaya maupun Dishub Provinsi Jatim itu, kata Tirto, akan ditempatkan di batas-batas Kota Surabaya.

“Untuk pengendara dari barat, kami letakkan di Jalan Mayjen Sungkono, lalu dari utara di Dupak atau Demak memberitahukan agar akses ke Jalan Yos Sudarso harap dihindari karena ada pengerjaan proyek,” katanya. (tea/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION