portaltiga.com
Umum

Miris, Perhatian Pemerintah Terhadap Penderita Thalassaemia Kurang

 

Portaltiga.com: Perhatian pemerintah terhadap penderita thalassaemia di Indonesia ternyata kurang. Hal ini tampak minimnya sosialisasi penyebaran penyakit keturunan ini.Menurut ketua Yayasan perhimpunan orang tua penderita penyakit Thalassaemia Indonesia (Popti) cabang Malang, Ayu Zuima mengatakan selama ini pelayanan untuk penderita thalassaemia di malang terutama di Rumah Sakit milik pemprov masih dicampur atau ngantri dengan masyarakat umum. Oleh karena itu pihaknya meminta kepada pemerintah untuk menyediakan ruang khusus bagi penderita thalassaemia yang akan berobat.

“Selama ini tidak dipersulit cuma yayasan Popti ini kasihan apabila penderita thalassaemia tersebut harus antri dengan masyarakat umum, karena kondisi penderita lemah akibat darah Haemoglobin (HB) nya menurun,”ujarnya.

Ia menambahkan, untuk jumlah penderita Thalassaemia di Malang saat berjumlah 350 penderita. “Kami berharap pemerintah memperhatikan penderita thalassaemia yaitu dengan sosialisasi dan menyediakan ruang khusus bagi penderita thalassaemia dirumah sakit milik pemprov dan kabupaten/kota,”ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Jatim, Agus Dono mengatakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendorong dan meminta kepada pemerintah provinsi dan dinas kesehatan agar mensosialisasikan atau mengintensifkan penyakit Thalassaemia kepada masyarakat di Jatim.

“Pada prinsipnya DPRD siap membantu penuh persoalan ini agar penyakit ini bisa mendapat perhatian dari pemerintah provinsi yaitu memasukan dalam program dinas kesehatan, sehingga dapat dianggarkan pada APBD 2017 dinas kesehatan,” ujarnya,senin(15/8).

Politisi asal Partai Demokrat ini mengatakan pihaknya juga meminta kepada rumah sakit milik pemerintah atau tipe A dan kabupaten/kota agar menyediakan ruangan khusus bagi penderita thalassaemia. “Kami berharap rumah sakit seperti saiful Anwar untuk menyediakan ruang khusus agar penderita tersebut dapat tertangani dengan cepat,”tegasnya.(Yudhie)