Mendoan Khas Banyumas, Manjakan Lidah Saat Berbuka Puasa

Portaltiga.com – Bagi masyarakat jawa pasti sudah familiar sekali dengan hidangan Tempe Mendoan asal Banyumas. Kata “Mendoan” diambil dari kata “Mendo” yang berasal dari bahasa Banyumasan yang artinya setengah matang. Jadi Tempe Mendoan ini digoreng tidak sampai matang, melainkan hanya setengah matang saja.

Masakan khas Banyumas ini kini bisa dinikmati di beberapa tempat lain di luar Banyumas. Salah satunya di daerah Bluru, Sidoarjo ada kios “Mendoan Nyong Bae”. Kios ini menjadi salah satu jujukan warga Sidoarjo untuk mencari ta’jil kala bulan Ramadhan.

Dalam bulan ramadhan ini kios ini sehari mampu menjual 300-400 tempe mulai dari pukul 15.00 hingga 18.00 sore. Pelanggan bisa memesan mendoannya digoreng hingga kering atau basah.

“Biasanya sehari kita dalam bulan Ramadhan ini bisa menghabiskan 300-400 tempe dalam sekali buka. Di bulan (Ramadhan) ini kita cuma buka jam 15.00 sampai habisnya tempe, tapi biasanya jam 18.00 sudah habis. Alhamdulillah cepet lakunya,” ucap sang pemilik yang tak mau disebutkan namanya, selasa (22/05/18).

Sang pemilik menambahkan rata-rata masyarakat Sidoarjo yang membeli mendoan miliknya tak mempermasalahkan tentang tingkat kekeringan mendoannya. Namun ada beberapa yang meminta setengah matang. Seperti mas Kholis salah satu warga Sidoarjo asal Banyumas yang menjadi langganan kios ini. Ia selalu memesan mendoan dalam keadaan basah sesuai dengan mendoan di Banyumas tempat asal istrinya.

“Biasanya tiap sore saya beli di sini mas. Saya biasanya suka pesen mendoan yang agak basah ndak kering kayak di Banyumas, kampung istri saya. Sekalian nostalgia, hehehehe,” ucap Kholis salah satu pelanggan Mendoan Nyong Bae.

Harga untuk satu mendoan hanya tiga ribu rupiah, untuk ukurannya lumayan besar. Satu mendoan saja bisa mengenyangkan. (doy/tea)

JOIN THE DISCUSSION