portaltiga.com
Umum

Meletus Lagi, Gunung Sinabung Pernah “Tidur” 400 Tahun

Gunung Sinabung mengeluarkan material vulkanik, tampak dari Desa Tiga Pancur, Karo, Sumut, Rabu (5/2). Erupsi Gunung Sinabung menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/ed/mes/14

Portaltiga.com – Untuk kesekian kali Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara meletus. Pada Senin (19/2/2018) pagi pukul 08.53 WIB, Gunung Sinabung meletus besar.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, tinggi kolom abu vulkanik 5.000 meter dengan tekanan kuat dan warna kelabu kegelapan. Lama gempa letusan 607 detik.

“Letusan disertai dengan suara gemuruh. Ini adalah letusan terbesar selama 2018 ini. Abu vulkanik menyelimuti beberapa daerah di sekitar Gunung Sinabung, diantaranya Kecamatan Simpang Empat, Naman Teran, Pqyung, Tiga Nderket dan Munthe,” kata Sutopo lewat pesan singkat yang diterima.

Gunung dengan ketinggian 2.451 meter di atas permukaan laut itu mengalami erupsi. Tahun 2010 menjadi awal perjalanan erupsi Gunung Sinabung setelah 400 tahun lamanya “tertidur”.

Tahun 2010

Peristiwa itu terjadi pada 29 Agustus 2010. Gunung Sinabung mengeluarkan lava sehingga statusnya dinaikkan ke level tertinggi menjadi Awas.

Puncaknya, pada 7 September 2010, Gunung Sinabung kembali meletus dengan menyemburkan debu vulkanis hingga ketinggian 5.000 meter di udara. Suara letusannya terdengar hingga 8 kilometer jauhnya.

12 ribu warga di sekitarnya dievakuasi ke 8 lokasi. Satu orang dilaporkan meninggal karena gangguan pernapasan akibat letusan Gunung Sinabung.

Tahun 2013

Sempat mereda selama dua tahun, Gunung Sinabung kembali meletus di tahun 2013. Sebanyak empat kali letusan terjadi masing-masing dua kali pada 15 September dan 17 September.

Setidaknya sepanjang November 2013, Gunung Sinabung berkali-kali mengalami letusan dan menyemburkan awan panas. Pada 24 November 2013, Gunung Sinabungdinaikkan statusnya menjadi Awas. Akibatnya, penduduk dari 21 desa dan 2 dusun diungsikan.

Akibat letusan ini, hujan abu mencapai kawasasn Sibolangit dan Berastagi, Sumatera Utara. Sejak saat itu, aktivitas Gunung Sinabung tidak berhenti dan kondisinya terus fluktuatif.

Tahun 2014

Kondisi ini tetap bertahan hingga memasuki awal tahun 2014.  Meski begitu, 14 orang ditemukan tewas terkena semburan awan panas ketika sedang mendatangi Desa Suka Meriah, Payung, Karo yang berada dalam zona bahaya I.

Rentetan letusan dan semburan awan panas menjadikan jumlah pengungsi bertambah sekitar 20 ribu orang. Kondisi Sinabung mulai mereda pada minggu terakhir di Januari 2014.

Tahun 2016

Pada 21 Mei 2016, Gunung Sinabung kembali meletus. Semburan awan panas menyelimuti Desa Gamber yang hanya beradius 4 kilometer dari Gunung Sinabung. 7 orang dinyatakan meninggal dan 2 lainnya mengalami luka bakar dalam peristiwa tersebut. Para korban diketahui berada di Desa Gamber saat letusan terjadi.

Tahun 2017

Sepanjang tahun 2017, Gunung Sinabungmasih terus bergejolak dan mengeluarkan awan panas. Akibatnya ribuan warga masih harus hidup di pengungsian. Pada Mei 2017, Gunung Sinabung statusnya meningkat menjadi Awas yang ditandai dengan erupsi dan luncuran awan panas. Semburan material dari letusan ini mencapai 4 kilometer. (tribunnews/abi)

Related posts

Gunung Sinabung Kembali Semburkan Abu Setinggi 3000 Meter

admin