Masker Dan Hand Sanitizer Langka Di Surabaya

Portaltiga.com – Kelangkaan Masker dan Hand Sanitizer terjadi di Surabaya sejak sepekan terakhir. Keluhan ini disampaikan warga kepada anggota Komisi D DPRD kota Surabaya, dr Akmarawita Kadir yang lalu melakukan penegecekan langsung di lapangan untuk memastikan kebenaran laporan tersebut ke beberapa apotek yang ada di Surabaya.

”Atas laporan kelangkaan itu, saya kemarin mencoba ke beberapa apotek untuk memastikan dan melihat langsung. Beberapa apotek yang saya datangi diantaranya di daerah Mulyosari, apotek daerah Ngesong, apotek daerah Ngagel. Keterangan dari pihak apotek semua menyatakan Masker dan Hand Sanitizer habis,” ungkap dr Akma pada Sabtu (07/03/2020).

Pemkot harus secepatnya berkoordinasi dengan dinas terkait maupun aparat penegak hukum mengenai kelangkaan Masker dan Hand Sanitizer di surabaya, agara cepat teratasi, sehingga tidak meresahkan warga surabaya.

Output yang diharapkan adalah tidak terjadi kelangkaan seperti sekarang ini. “Komisi D akan akan memanggil kembali Dinas terkait apabila hal ini masih terus berkepanjangan dan tidak diatasi dengan baik, bagaimana pengawasannya kok jadi seperti ini,” tukas dr Akma.

Bahkan, lanjut Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya ini, di beberapa apotek Kimia Farma juga tidak tersedia. Akhirnya dirirya mendapatkan masker jenis N95 dan Hand Sanitizer di apotek Kimia Farma di jalan raya Darmo, Surabaya. Itupun maskernya berbeda dengan yang biasa dipakai oleh warga.

“Pihak Apotek rata-rata menyatakan bahwa memang kosong dari distributor dan kadang hanya di kirim 1 kotak langsung habis di beli warga,” kata dr Akma.

Politisi partai Golkar ini menambahkan, dampak dari kelangkaan ini, Apotek Kimia Farma jalan raya Darmo sudah membatasi pembelian masker bedah hanya boleh 2 buah per orang, dan 1 buah Hand Sanitazer per orang. Hal serupa juga terjadi di hampir seluruh mini market di Surabaya, yang biasanya juga menjual Masker bedah dan Hand Sanitazer.

“Dampak kejadian virus corona (Covidd19, red) ini harus ditangani dengan serius, apalagi WHO telah menetapkan covid19 menjadi darurat kesehatan global,” tegas dr Akma.

Pihkanya meminta agar pemerintah kota (Pemkot) Surabaya lebih serius menhadapi kelangkaan dan secepatnya mengantisipasi hal ini. sehingga tidak menimbukan keresahan pada warganya. Untuk itu, dr Akma menghimbau, agar warga jangan panik, tetapi harus tetap waspada, jangan terpancing isu-isu yang bersifat Hoax yang membuat panik, pilahlah informasi secara tepat dan benar.

“Kejadian ini harusnya sudah diantisipasi oleh pemerintah kota, kelangkaan ini harus ditelusuri, langkanya dimana, apakah ditimbun atau dipermainkan oleh beberapa orang untuk meraup keuuntungan,” jelas adik kandung Adies Kadir ini.

Apalagi masker sebenarnya tidak hanya diperuntukan oleh warga yang sakit, tetapi juga untuk tenaga medis ataupun warga yang berkendara naik sepeda motor biasanya juga menggunakannya, sambung dia.

“Kejadian ini harus diatasi dengan serius dan tidak boleh berkepanjangan, sehingga menyusahkan warga. Untuk tenaga medis kami melalui Komisi D, sejak bulan Januari sudah berulang kali mengingatkan Dinas Kesehatan untuk antisipasi kelangkaan masker, karena bagi tenaga medis hal ini sagat penting, karena mereka setiap saat kontak langsung dengan orang yang sakit,” beber dr Akma.

Pemerintah kota, melalui Dinas terkait sebaiknya melakukan antisipasi yang gencar baik melalui media sosial maupun media yang lain mengenai penggunaan Masker dan Hand Saintizer, agar mencegah panik buying yang seharusnya tidak perlu.

Oleh karenanya, dirinya juga menghimbau untuk warga sebaiknya tidak panik hingga menumpuk masker ataupun hand sanitizer, sebaiknya membeli seperlunya saja, sambil berusaha mempertahankan fisik dan daya tahan tubuh dengan baik, misalnya Rajin mencuci tangan, minum vitamin yang mengandung vitamin C dan B Kompleks, makan yang bergizi lengkap dan cukup, berolahraaga yang teratur, dan dapat dibantu dengan makan yang mengandung temulawak, kunyit, jahe, bawang putih dan rempah-rempah lainnya serta buah-buahan yang mengandung anti oksidan yang tinggi sehingga mampu meningkatkan dan mempertahankan daya tahan tubuh.

“Kepanikan yang mendalam, ketakutan akan meningkatkan stress pada tubuh akan memudahkan kita terserang penyakit karena daya tahan tubuh kita menurun akibat stres tersebut,” ucap dia. (tea/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »