Masih Kondusif, Kominfo Belum Batasi Medsos

Portaltiga.com – Kementerian komunikasi dan informatika belum melakukan pembatasan media sosial (medsos) sampai Jumat (14/6/2019) ini. Pasalnya sampai pagi ini media sosial masih kondusif.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Ferdinandus Setu mengatakan, media sosial dinilai tidak kondusif jika ekskalasi hoaks meningkat.

“Sampai pagi ini ada satu, dua hoaks tapi tidak ada peningkatan. Harapannya bisa seterusnya sampai tanggal 28 Juni. Jadi tidak sampai ada pembatasan di media sosial,” kata Ferdinandus.

Sebaliknya, kata Ferdinandus, yang terjadi pada 21-22 Mei lalu konten negatif meningkat sampai 600 baik berupa gambar dan video. Orang menerima marah-marah lalu ikut terjun aksi hingga akhirnya ada pembatasan di media sosial.

“Kalau seperti skenario 21-22 Mei yang dibatasi instagram, whatsapp, twitter, facebook dan youtube hanya fitur video dan gambar. Kalau teks tidak karena ini hanya membatasi bukan memutus. Orang menerima video dan foto lebih cepat memancing orang marah,” ujarnya.

Saat itu, lanjut dia, pembatasan di media sosial cukup efektif karena hoaks dan konten negatif langsung turun sampai 50 persen termasuk sebaran juga menurun. “Penurunan Bulan Mei sampai 100 berita hoaks, jadi langkah itu dinilai sangat tepat untuk antisipasi. Langkah pembatasan media sosial adalah langkah paling terakhir karena pertama adalah memblokir joaks,” ujarnya.

Ferdinandus menjelaskan, sejak Januari 2018 Kominfo memiliki mesin ais atau crawling yang cukup banyak bekerja 24 jam. Mesin ini untuk menelusuri postingan publik baik di twitter, media sosial lain dan media online. Memotret mana yang fakta, yang bisa dipercaya, mana yang hoaks atau yang dicreate untuk ujaran kebencian.

“Lalu divalidasi dan disampaikan ke publik, diberi stempel hoaks. Untuk selanjutnya akun pelaku akan diteruskan ke Mabes Polri agar dilakukan penindakan,” pungkas dia. (ssn/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION