Mahasiswi Ubaya Ciptakan Furniture Akupuntur Olahraga

SURABAYA, (Portaltiga.com) – Mau olahraga sekaligus terapi akupuntur? Kalau jawabannya ya, alat bernama Akupuntur Olahraga (AKO) adalah pilihannya. Alat olahraga sekaligus terapi akupuntur ini merupakan karya tugas akhir Meliyanti, mahasiswi Jurusan Desain dan Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Ubaya, Universitas Surabaya.

AKO diciptakan spesifik untuk gerakan sit up dan push up yang merupakan latihan otot dada dan perut, yang bermanfaaat untuk mengingkatkan kebugaran tubuh manusia dan membakar kalori. Dengan menggunakan alat ini, kita bisa melakukan sit up dan push up sekaligus menikmati terapi akupunktur karena AKO memiliki tonjolan-tonjolan tertentu yang berfungsi untuk memijat dan melancarkan aliran darah.

AKO merupakan hasil produk dari skripsi Meliyanti yang berjudul Perancangan Street Furniture Studi Kasus Taman Kota di Surabaya. Selain bermanfaat sebagai alat olahraga sekaligus terapi akupuntur, AKO juga didesain sebagai sarana olahraga umum yang ditempatkan di taman kota, dan juga untuk meningkatkan minat masyarakat mengunjungi taman kota untuk berolahraga.

“AKO ini berawal saat saya ingin diet, olahraga indoor membuat saya bosan, saat olahraga ke taman kota Surabaya beberapa alat olahraga yang saya temui sudah rusak, seperti kayuh sepeda yang sudah tak normal lagi, beberapa bagian alat olahraga yang rusak dan hilang, hal itu membuat saya tergugah untuk membuat inovasi,” jelasnya, Senin (1/2/2016).

Meliyanti membuat tugas akhir ini karena ingin membuat sarana olahraga yang baik, mudah dimengerti masyarakat dan jauh dari penyimpangan vandalisme masyarakat yang bersifat negatif seperti pengerusakan, pencurian dan penyalahgunaan.

“Agar jauh dari penyimpangan vandalisme yang bersifat negatif AKO dipasang dengan teknikfootplate kontruksi beton permanen,” tambahnya.

Proses pengerjaan AKO selama 1,5 tahun, waktu yang cukup lama untuk sebuahstreet furniture.

“Selama pengerjaan, kendala yang dihadapi saat observasi dimana melakukan banyak perijinan, dan mengamati 10 taman di kota Surabaya. Mengamati satu taman bisa sampai satu minggu. Bahan baku yang sulit dicari dan proses pembuatan manual memakan waktu yang lama juga,” ungkap perempuan 22 tahun ini.

Mahasiswi lulusan SMA Santo Carolus Surabaya ini mencoba menceritakan ulang dengan singkat cara menggunakan AKO.

“Pada samping AKO terdapat lembaran aluminium yang memberikan informasi cara penggunaan, manfaat sit up dan push up, serta informasi jumlah kalori yang terbakar sesuai dengan gerakan sit up dan push up berupa tabel,” jelas mahasiswi yang akrab disapa Meli ini.

AKO pernah diuji coba di Taman Bungkul saat olahraga pagi, dikatakan Meli kurang lebih 3 jam dan banyak yang mencobanya.

Meliyanti menginginkan AKO bisa menambah minat masyarakat untuk berolahraga di taman kota. Taman kota menjadi perhatian khusus untuk menarik minat masyarakat, pemerintah telah menyediakan street furniture di taman kota Surabaya, sampai saat ini tersedia jalur refleksi, jogging track, dan beberapa alat fitness outdoor.

“30 responden acak kota, satu sampai delapan kali perbulan mereka melakukan olahraga outdoor  taman kota Surabaya. Saat ini street furniture yang ada masih minim dan belum banyak berkembang, berbanding terbalik dengan antusias masyarakat untuk mengunjungi taman kota,” tambahnya.

Dalam melancarkan penelitian ini beberapa ahli tutut andil diantaranya yakni ahli kesehatan medis dr. Marcus  (spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi/akupunktur), ahli pertamanan kota Guntoro Mauludi Nz., S.T., M.T. (Koordinator perencanaan dan pengawasan taman kota surabaya), ahli material teknik Ir. Kresno Soelasmono, M.S. (Dosen desain produk dan pembuat prototype) dan ahli kesehatan olahraga Freydi (instruktur celebrity fitness).

Karya yang dibimbing olehMarkus Hartono, S.T., M.Sc., Ph.D., CHFP dan Wyna Herdiana, S.T., M.Ds., ini sudah pernah diuji coba di Taman Bungkul dan dikonsultasikan ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Surabaya.

“Karya tersebut sudah layak untuk ditempatkan di taman kota, sudah pernah dikonsultasikan juga ke pihak pertamanan kota,” tutur Markus Hartono, S.T., M.Sc., Ph.D., CHFP. Selaku pembimbing I.

JOIN THE DISCUSSION