Madura Jadi Provinsi, Gus Ipul: Tak Perlu Risau

04/10/2016
528 Views

  Portaltiga.com: Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf menilai tidak ada yang perlu dirisaukan atas upaya Madura untuk menjadi Provinsi baru. Justru sebaliknya, upaya itu patut didukung dengan catatan pemisahan ini demi kesejahteraan bagi masyarakat Madura. “Kalau memang kesimpulannya Madura layak mendapatkan kesempatan jadi provinsi dalam rangka kesejahteraan, saya kira ndak ada yang perlu dirisiaukan. Saya kira malah kita harus memberikan dukungan,” katanya kepada wartawan di Surabaya, Selasa (4/10).

Seperti diketahui, empat bupati di Madura bersepakat untuk segera mewujudkan provinsi Madura. Kesepakatan ini diambil setelah mereka bertemu di Pendopo Kabupaten Sumenep, Senin (3/10). Menurutnya, segala upaya untuk mendekatkan pelayanan pada masyarakat patut didukung. Untuk mempersiapkan sebuah provinsi, dia menyarankan agar semua pihak bisa menyiapkan minimal dalam dua hal. Pertama, lanjutnya, dari sisi infrastruktur dan daya dukung pemerintahan harus disiapkan. Kedua, dari sisi ekonomi, maka berbagai persiapan juga harus dilakukan sehingga keberadaan provinsi Madura nantinya benar-benar bisa memakmurkan masyarakatnya.

“Madura harus belajar pada provinsi-provinsi baru yang ada. Ada provinsi baru yang berkembang dengan cepat, tapi ada juga yang megab-megab. Maka, jika serius pekerjaan rumahnya banyak dan harus disiapkan dengan baik,” ujarnya. Karenanya, menyiapkan secara terukur sampai semua prasarat dipenuhi merupakan keharusan jika Madura benar-benar ingin memekarkan diri. “Madura memang harus bersiap dan tidak melalukannya dengan emosional namun didasarkan pada syarat-syarat yang cukup,” ucapnya.

Untuk itu, tambah pria yang akrab dipanggil Gus Ipul itu, tidak ada yang perlu dikwatirkan dan tidak akan menghalangi. Malah, pihaknya ingin diskusi dengan kepala dingin ayo diskusi dimana plus minusnya untuk jadi provinsi sendiri.

“Bagi saya yang penting masyarakatnya makin sejahtera. Soal itu akan jadi provinsi sendiri kan hanya pembagian kewenangan saja,” kata mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) ini. (Bmw)

Leave A Comment