Lewat Video Intuisi Karsa, MAN 1 Gresik Raih The Best Five Kidtion Gresik 2019

Portaltiga.com – Kelompok siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gresik menjadi juara pada ajang Best Five Kidtion 2019 Gresik 2019 yang diselenggarakan oleh Pemkab Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kabupaten Gresik.

Video yang berjudul “Intuisiku karsa” yang digarap secara apik itu memikat perhatian juri hingga menempatkan menjadi juara.

Sedangkan video karya SMAN 1 Gresik yang berjudul “Institusi” menempati juara ke 2 dan juara ke 3 diraih oleh video karya kelompok siswa SMPN 16 Gresik yang berjudul “Belia”.

Atas prestasi tersebut Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim didampingi Kepala Dinas KBPP, Adi Yumanto menyerahkan hadiah dan trophy kepada para juara yang dilangsungkan di Ruang Graita Eka Praja, Jumat (22/11/2019).

Menurut Qosim, penyelenggaraan lomba ini selain sebagai ajang untuk sosialisasi bagi Dinas KBPP, juga untuk mempersiapkan generasi muda menuju generasi emas pada 25 tahun yang akan datang.

“Kami semua yang ada disini ini tangah mempersiapkan anda sebagai calon pemimpin masa depan. Saya sangat mengapresiasi karya anak-anak semua yang telah melahirkan karya hebat melalui pembuatan film pendek. Anda adalah termasuk anak-anak yang luar biasa,” ujar Qosim.

Wakil Bupati yang juga mantan guru ini menuturkan bahwa tataran pembelajaran pada anak dimulai dari mendengar, membaca, dan berbicara. Sedangkan membuat karya tulis dan membuat karya film adalah suatu fase yang sangat hebat.

“Saya berharap melalui karya anak-anak ini, tentunya dengan bahasa mereka bisa memberikan sosialisasi yang tepat tentang bahaya perkawinan anak kepada sesama remaja yang lain,” tandas Wabup.

Tentang lomba pembuatan video pada ajang best five Kidtion 2019, Kepala Dinas KBPP Adi Yumanto menjelaskan, misi utama kami yaitu mendukung program Pemerintah Kabupaten Gresik sebagai Kabuparten layak anak.

“Melalui video berdurasi antara 5-10 menit ini, kami ingin mensosialisasikan dampak buruk akibat perkawinan anak. Program ini sebagai dukungan kami akan berlakunya UU nomer 16 tahun 2019 tentang batas usia perkawinan. Pada undang-undang yang baru tersebut batas minimum usia perkawinan yaitu 19 tahun,“ ucap Adi.

Lebih lanjut Adi Yumanto menerangkan bahwa video yang dihasilkan dari lomba tersebut akan menjadi sarana untuk sosialisasi tentang bahayanya perkawinan usia anak.

Ditempat yang sama Khabib Agil Alhabsi salah satu siswa MAN Gresik yang meraih juara 1 menyatakan bahwa video intuisiku yang dibuat ini menceritakan penolakan seorang anak (cewek) yang akan dinikahkan oleh orang tuanya (ibunya).

“Ide video itu melihat realita sehari-hari yang ada di masyarakat. Meski jaman sudah berkembang seperti sekarang tapi masih ada nikah paksa dari orang tua. Kita bersyukur menjadi juara 1 pada even lomba ini,” jelas Khabib. (tbk/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »