portaltiga.com
Umum

Lawan Teroris, Wagub Jatim Ajak Tingkatkan Kebersamaan Dan Hormati Perbedaan

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (tengah)

 

Portaltiga.com: Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengajak masyarakat meningkatkan kebersamaan terkait dengan teror yang terjadi di Jakarta. “Kita berduka, kita sedih, kita pun geram. Tetapi peristiwa ini justru memperkuat kebersamaan kita, baik antar umat kristiani maupun diantara umat agama yang lain”, tuturnya.
Menurutnya, sebagai manusia kita harus bersama karena pada dasarnya manusia tidak bisa hidup sendiri. Supaya kebersamaan ini terpelihara dan terjaga, maka sebisa mungkin kita menjadi manusia yang selalu dekat dengan Tuhan. Ia menyebut konsep ini dengan Spiritual Happiness, yaitu hidup dekat dengan Tuhan, hidup beriman, menjalankan perintah Tuhan dengan baik, serta selalu merasa diawasi Tuhan. “Dekat dengan Tuhan akan terpancar dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan membuat kita senantiasa menebar kebaikan. Kebaikan adalah kekuatan orang beriman”, ujarnya.
Ia meyakini bahwa saat ini masih banyak orang indonesia yang baik. “Bila orang baik berkumpul dan bersama, maka akan menjadi keluarga yang besar, kebaikan lah pada akhirnya yang menang”, ajaknya dengan semangat.
Gus Ipul juga setuju terhadap perkataan Presiden bahwa masyarakat Indonesia tidak boleh kalah oleh teror, tidak boleh menyerah pada tindakan yang jahat. “Kita harus berusaha untuk menjadi satu keluarga, satu bangsa dan hidup bersama dalam naungan Tuhan” ujarnya.
Malam itu, Gus Ipul terlihat bersemangat dalam menebar nilai-nilai pluralisme. Ia bercerita banyak tentang pentingnya memandang perbedaan secara positif, “Tuhan bisa saja menciptakan kita sama, tetapi memang keinginan Tuhan menciptakan kita beragam sehingga perbedaan ini harus disikapi dengan benar dengan membangun kebersamaan”, terangnya.
Ia menambahkan, para pendiri negara tidak memilih Indonesia sebagai negara agama maupun negara sekuler tetapi jalan tengah sebagai negara pancasila. “Jalan tengah ini diambil sebagai penghormatan akan perbedaan. Nah, menghormati perbedaan ini adalah salah satu modal dasar dalam membangun”, terangnya. Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa menanam kebaikan, toleransi, menghargai perbedaan dan mencintai Indonesia untuk kebaikan masa depan anak cucu kelak.
Di tengah sambutannya, Gus Ipul menyempatkan mengajak para hadirin menyanyikan lagu Indonesia Pusaka. Prosesi itu membuat suasana menjadi khidmat dan sakral. Menutup pidatonya, Ia mengajak momen perayaan natal sebagai momentum refleksi keimanan serta meningkatkan kualitas kerohanian.
Sementara itu, Kasdam V Brawijaya, Brigjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau menyampaikan, momentum natal ini untuk memantapkan kehidupan rohani. Ia mengajak Prajurit TNI, Polri, serta masyarakat untuk bahu membahu mewujudkan kehidupan di Jawa Timur yang aman, tenteram, dan damai. “Mari pimpinan agama, tokoh masyarakat membentuk kehidupan yang damai, penuh kasih sayang, demi memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam situasi seperti ini, saya mengajak kita semua membentengi diri dari hasutan pihak yang tidak bertanggung jawab yang bisa merusak hubungan aparat dan masyarakat” ujarnya. (Yudhie)