Lancar Main Ragnarok M: Eternal Love di HP Kentang, Ini Caranya

Portaltiga.com – Ragnarok M: Eternal Love pertama kali dirilis di China, lalu disusul di Korea Selatan dan para penggemar di luar negara tersebut rela memainkannya meskipun game tersebut masih berbahasa mandarin ataupun Korea. Hal tersebutlah yang Gravity yakin untuk membawa game tersebut ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sesuai perkiraan, Ragnarok M: Eternal Love langsung berhasil menembus Top Grossing hanya setelah beberapa hari perilisannya.

Namun sayangnya, tidak semua orang mampu memainkan game tersebut. Entah terkendala karena kurangnya kemampuan prosesor dan juga GPU, ataupun kapasitas penyimpanan internal yang sudah membengkak. Nah, pada artikel ini kru KotGa akan beritahukan nih kepada kamu, khususnya pengguna “HP kentang” agar setidaknya lebih lancar dan bisa memainkan Ragnarok M: Eternal Love lebih lancar. Bagaimana caranya?

1. Pakai Game Booster
Cara ini memang terbilang cukup ampuh ketika Kru KotGa gunakan. Dulu, cara ini dipakai di PC berbasis Windows untuk memainkan game. Gunanya? Untuk menghentikan aplikasi background dan menghemat penggunaan RAM. Penggunaan game booster di Android juga akan mematikan sementara notifikasi yang mengganggu. Game Booster juga mampu memfokuskan internet ke game yang sedang dimainkan.

Bagi kamu pengguna Xiaomi dengan MIUI 9 keatas, sudah ada fitur Game Booster bawaan. Sementara selain pengguna Xiaomi bisa mencarinya aplikasi Game Booster di Google Play. Salah satu aplikasi Game Booster yang Kru KotGa rekomendasikan adalah Swift Gamer.

2. Minimkan Settingan Grafis 
Ini adalah cara klasik untuk memainkan game berat apapun. Pada settingan grafis Ragnarok M: Eternal Love, terdapat berbagai pilihan untuk menurunkan kualitas grafis demi kelancaran bermain. Kru KotGa merekomendasikan kamu untuk menggunakan resolusi 540p. Jangan centang Screen saver. Setelah itu, pada bagian Displayer Playerscentang pilihan Low. Setelah itu, matikan berbagai efek animasi yang tidak perlu pada bagian bawah menu settingan grafis. Setelah itu selanjutnya kamu bisa memainkan Ragnarok M: Eternal Love jauh lebih lancar dari sebelumnya.

3. Factory reset, install Ragnarok M: Eternal Love Terlebih Dahulu
Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Ragnarok M: Eternal Love memiliki ukuran file yang cukup merepotkan dan bisa membengkak hingga hampir 5GB. Sebuah angka yang sangat besar untuk sebuah smartphone low-end yang rata-rata hanya memiliki memori internal 16GB atau bahkan 8GB, padahal jika dipikir-pikir prosesor dan GPU yang dimiliki cukup kuat untuk memainkannya.

Maka dari itu, kru KotGa merekomendasikan kamu untuk melakukan Factory reset untuk mengosongkan semuanya, termasuk file-file foto/video dan terutama data hingga cache aplikasi yang membengkak. Ketika selesai Factory reset, utamakan install Ragnarok M: Eternal Love terlebih dahulu, setelah itu baru silahkan install aplikasi lainnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

4. Gunakan Custom ROM 
Salah satu cara ampuh mengkostumisasi Android agar lebih lancar memainkan game salah satunya dengan menggunakan Custom ROM. ROM pada Android biasanya berisi sistem operasi dan beberapa fitur tambahan yang diberikan oleh vendor, namun sayangnya tak semua fitur tersebut dipakai oleh pengguna Android yang justru malah membuat performa Android semakin lama semakin menurun. Dengan memakai Custom ROM yang kebanyakan berbasis AOSP atau Android original bisa meningkatkan performa Android dan menghapuskan berbagi fitur hingga aplikasi yang tidak penting.

Hanya saja, cara ini hanya bisa dilakukan oleh gamer yang sudah paham betul bagaimana mengoprek Android dan tidak dianjurkan untuk para awam, karena akan berdampak beberapa resiko mulai dari dari softbrick (bootloop) atau apesnya bisa kena hardbrick (mati total). Jadi, pikir-pikir lagi ya.

Itulah beberapa tips dari Kru KotGa agar kamu bisa main Ragnarok M: Eternal Love lebih lancar. Meski efek yang didapat tidak sesignifikan jika mengganti smartphone baru, setidaknya kamu tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun.  (kotakgame/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION