portaltiga.com
Ekbis

Komitmen Terhadap Energi Terbarukan, PLN Teken MoU Dengan Tiga Perusahaan Pengelola EBT

Portaltiga.com- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) hingga saat ini terus berkomitmen terhadap energi terbarukan yang kini dikembangkan oleh beberapa perusahaan pengelolaan energi terbarukan.

Hal ini dibuktikan dalam rapat koordinasi Direktorat Regional Jawa Bagian Timur dan Bali triwulan II tahun 2016, dimana PLN melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dalam pembelian listrik terbarukan dengan tiga perusahaan pengelola energi terbarukan diantaranya, PT Sumber Organik Surabaya, PTPN X di Kediri dan Perum Jasa Tirta I.

Penandatanganan ini disaksikan oleh seluruh peserta Rakor yang dihadiri oleh seluruh jajaran manajemen di Regional Jawa Bagian Timur dan Bali dari Unit hulu hingga hilir serta dibuka oleh Kepala Divisi Operasi Direktorat Regional Jawa Bagian Timur dan Bali, Daniel S. Bangun.

Pada sesi Penandatanganan MoU, dijelaskan bahwa PT PLN (Persero) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dari Pembangkit Berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Kepala Divisi Operasi Direktorat Regional Jawa Bagian Timur dan Bali PT PLN, Daniel S.Bangun, mengatakan, dengan PLN yang tetap komitmen terhadap energy terbarukan makan PLN melakukan MoU dengan tiga perusahaan pengelola energy terbarukan.

“Tiga perusahaan tersebut yaitu, PT Sumber Organik Surabaya, PTPN X di Kediri, dan Perum Jasa Tirta 1.”ujarnya, dalam siaran persnya yang diterima redaksi portatiga.com, Kamis (21/07/16).

Ia menjelaskan, khusus untuk PLN Distribusi Jawa Timur total kapasitas Pembangkit EBT yang sudah ditandatangani sebesar 15,79 MW terdiri dari PLTM Seloliman Excess Power Mojokerto sebesar      30 kW, , PLTM Pacet Mojokerto berdaya 1.500 kW, PLTM Lodagung Blitar sebesar 1.300 kW.

“Sementara itu PLTSa Benowo 1 Surabaya dengan daya sebesar 1.650 kW, PLTSa Benowo Surabaya sebesar 8.310 kW serta PG Pesantren Baru Excess Power Kediri berdaya 3.000 kW. Potensi Pembangkit berbasis EBT sampai saat ini tercatat sebesar lebih dari 53 MW tersebar di seluruh wilayah Propinsi Jawa Timur.”kata Daniel.

PLTSa Benowo, tambah Daniel, adalah pembangkit listrik energi terbarukan dengan berbasis sampah kota dengan teknologi sanitary landfill. “Pembangkit Listrik PG Pesantren Baru Kota Kediri milik PTPN X merupakan Co Generation yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam proses produksi PG Pesantren Baru”ungkap Daniel.

Sementara itu, Deputy Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo, menambahkan, lokasi-.lokasi pembangkit berada pada area PG Pesantren Baru. Bahan bakar pembangkit menggunakan ampas tebu atau bagas.

“Sementara, PLTM Lodagung yang berdaya 2 x 650 kW atau 1,3 MW dibangun oleh Perum Jasa Tirta I berlokasi di area Bendungan Wlingi Kanbupaten Blitar berjarak 300 meter dari GI Wlingi. Pasokan air tersalur melalui intake saluran irigasi Lodagung yang memasok kebutuhan pertanian di wilayah Lodoyo dan Tulungagung. ( Trish)