Komisi B Dorong Pembentukan BUMD Pangan

Portaltiga.com – Jawa Timur sebagai provinsi besar agraris memiliki potensi luar biasa dalam menghasilkan sejumlah komoditas pertanian maupun ternak. Karena itu, Jatim mendapat predikat lumbung pangan nasional.

Namun potensi itu tak selamanya berbanding lurus dengan kesejahteraan petani. Seringkali petani merugi karena sulit menjual hasil panen. Kalau pun Bulog mau membeli tapi dengan harga yang murah. Hal yang sama juga dialami para peternak, mereka seringkali terpaksa menjual ternak dengan harga murah ketika membutuhkan uang. Terutama saat akan menyekolahkan anak.

Afwan Maksum, anggota Komisi B DPRD Jatim prihatin melihat kondisi tersebut. Dirinya menilai sudah saatnya ada terobosan dari Pemprov Jatim untuk mengatasi kondisi itu. Ia menilai sudah saatnya Jawa Timur memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus pangan.

“Kami mendorong terbentuknya BUMD Pangan. Kami berharap gubernur terpilih bisa merealisasikan hal ini,” tutur Afwan, Selasa (4/9/2018).

Anggota Dewan asal daerah pemilihan Tuban dan Bojonegoro ini mengungkapkan, BUMD Pangan bisa menjadi solusi menstabilkan harga pangan saat panen raya. Tentunya dengan menjalin kemitraan dengan petani untuk memenuhi kebutuhan pangan tidak hanya di Jatim tapi juga provinsi di luar Jatim, bahkan untuk konsumsi ekspor.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu melanjutkan, dengan keberadaan BUMD Pangan maka pertanian di Jawa Timur akan terintegrasi mulai hulu hingga hilir. BUMD Pangan bisa terlibat mulai penyediaan lahan pertanian hingga pada pengemasan produk pangan secara higienis. Demikian pula, dengan ternak. BUMD Pangan bisa terlibat dalam pembibitan hingga penggemukan ternak seperti sapi.

“BUMD Pangan ini fungsinya bisa seperti Bulog. Hasil pangan dari petani bisa dibeli untuk kemudian dikemas secara higienis dan tahan lama. Demikian pula dengan sapi, dengan teknologi tinggi dagingnya bisa dibekukan sehingga bernilai ekonomis tinggi,” ujar pengagum Bung Karno ini. (wan/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION