Kisruh PDIP Surabaya, PAC Sebut Ada Oknum DPP Ajak Setujui Hasil Konfercab

Portaltiga.com – Polemik Pasca Konfercab PDIP Surabaya terus bergulir. Terbaru, ada isu intervensi beberapa pihak yang ingin segera mengesahkan rancangan rekomendasi hasil konfercab yang digelar pada Minggu (7/7) lalu.

Ketua PAC PDIP Simokerto Tri Widayanto membenarkan adanya isu tersebut. Menurutnya telah ada beberapa oknum yang mendekati DPD untuk kemudian memanggil PAC agar menyetujui putusan yang ada di Konfercab.

“Yang kami tahu disini, strategi apapun sudah mulai diterapkan oleh orang yang berkepentingan di posisi ini,” jelasnya saat dihubungi via telpon, Kamis (11/07/2019).

Namun ketika ditanya apakah intervensi itu berasal dari Kubu Adi Sutarwiyono? Dirinya mengaku tidak ingin berspekulasi lebih jauh. Namun ia memastikan bahwa intervensi telah dilakukan secara gerilya.

“Kami tidak mau menuduh atau suudzon person per person, jadi itu dagelannya siapa, sutradaranya siapa kami tidak mau menyebut,” tegas Wiwid sapaan akrabnya.

Meskipun demikian, ia mengaku akan tetap mematuhi apapun keputusan Ketua Umum PDIP. Namun ia menyayangkan jika ada oknum yang mencoba untuk mengubah rekomendasi 31 PAC dalam rakercab yang mengusung Whisnu Sakti Buana sebagai ketua DPC PDIP untuk periode ketiga.

Menurutnya hal ini dapat memecah belah partai terutama di tingkat akar rumput. Untuk itu, ia mengaku akan bersikukuh menunggu putusan dari Ketua Umum PDIP Megawati Sukarno Putri yang saat ini sedang berada di luar negeri.

“Artinya kami tetap setia menunggu putusan ketua umum.
Sedangkan Mereka sengaja memanfaatkan momentum kunjungan Ketum ke luar negeri dengan cara mengintervensi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur agar mengarahkan PAC untuk menyetujui rekomendasi rancangan struktural DPC Surabaya pada saat konfercab,” pungkasnya.

Diketahui dalam konfercab lalu nama Whisnu Sakti Buana tidak muncul sebagai rekomendasi calon Ketua DPC PDIP Surabaya. Pihak DPP memberikan rekomendasi nama Adi Sutarwiyono sebagai ketua DPC. (tea/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION