Khofifah Siap Realisasikan Kapal Rumah Sakit Apung di Jatim

Portaltiga.com – Pemprov Jatim akan merealisasikan rumah sakit apung untuk melayani kesehatan masyarakat Jatim yang ada di kepulauan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan akan merealisasikan rencana rumah sakit apung tersebut. Beberapa langkah akan dilakukan untuk mewujudkan pembangunan rumah sakit apung tersebut.

“Kita sudah mengkomunikasikan hal ini dengan pemerintah pusat. Nanti kapalnya berasal dari kementrian perhubungan, alkesnya berasal dari kementrian kesehatan dan nanti kabupaten kota yang ada seperti Kota Probolinggo, Kabupaten Sumenep maupun yang memiliki kepulauan untuk ikut sharing pendanaan,” kata Khofifah usai mengikuti rapat Paripurna dan Halal Bihalal dengan anggota DPRD Jatim dan ASN DPRD Jatim di ruang Rapat Paripurna DPRD Jatim, Rabu (12/6/2019).

Menurut Khofifah, Kementerian Perhubungan juga sudah menyiapkan dua kapal untuk merealisasikan rumah sakit apung ini. Sekarang tinggal disesuaikan kondisi kapalnya untuk dijadikan sebagai rumah sakit apung tersebut.

“Saat Pak Menteri berada di Jatim jelang Lebaran menyatakan butuh waktu dua bulan untuk menyiapkan kapal yang akan digunakan sebagai rumah sakit apung tersebut. Ya mudah-mudahan dalam waktu dekat ini udah selesai sehingga bisa segera diisi alkes dan bisa beroperasi,” jelas Gubernur.

Ditambahkan oleh Gubernur dalam menjalankan rumah sakit apung ini nanti pembiayaan operasional akan menjadi beban pemerintah provinsi dan pemerintah kota/kabupaten yang memiliki kepulauan.

“Kemarin Kota Probolinggo sudah meyampaikan keinginan untuk rumah sakit apung guna melayani masyarakat Kepulauan Giliyang. Ini bisa di sinkoronkan sehingga nanti Kota Probolinggo juga siap dana operasionalnya. Demikian pula kita berharap kabupaten yang ada kepulauanya juga memberikan support angaran operasionalnya,” terang Gubernur yang juga ketua Umum Muslimat NU ini.

Dalam operasionalnya nanti, lanjut dia, selain untuk rumah sakit apung, keberadaan kapal ini nanti juga untuk kapal penunumpang antar-pulau yang ada di Jatim.

“Jadi sekarang juga diformat kapal ini nanti akan aman digunakan untuk kapal pelayanan kesehatan dan nyaman untuk kapal penumpang. Sehingga dalam operasionalnya nanti kapal ini tidak kosong,” pungkasnya. (ars/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION