Khimcil Garage, Mekanik Panggilan Khusus Motor Klasik

Portaltiga.com – Sebutan Khimcil (cewek-cewek ABG ganjen) bukan selamanya negatif. Sapaan yang disematkan kepada Eddy “Soeminti” Sudarsono pemilik bengkel restorasi “Khimcil Garage” itu jadi trade mark.

“Sebenarnya itu julukan olokan dari teman-teman jika ikut turing bareng selalu memakai motor kecil dan lainnya nggeber motor gede,” jelas mekanik otodidak sejak 2011 ini kepada portaltiga.com, Minggu (20/1/2019).

Eddy bercerita bahwa sebutan Khimcil karena selalu kemana-mana pakai motor kecil bersimbol Zundapp 50 CC 2 tak. Lainnya memakai BSA, Ariel atau Royal Enfield, ia cuma motor kecil buatan Jerman. “Tapi tangguh dan mudah perawatan, buat turing bablas tanpa hambatan,” kekeh pria yang juga anggota Komunitas Pemudis, klub motor tua Surabaya.

Sejak SMA, Eddy sudah jatuh hati pada bentuk klasik pre war itu, kejadian itu tak sengaja saat ia sering main ke rumah tetangganya, Tohari, yang juga pemain lama dalam restorasi motor klasik.

Di sanalah proses transfer ilmu terjadi, ikut bantu-bantu dan akhirnya buka sendiri. Bengkel sekarang belum permanen, di daerah Jl. Pumpungan gang 3 no 28 jadi basecampnya. Dari situlah sumber penghidupan diperoleh dan sampai sekarang menggerakkan mesin dapurnya agar masih mengepul.

Eddy mematok biaya 25 juta untuk sebuah restorasi satu motor, menurut Eddy itu komplit full. Mulai dari cat, krom sampai oprekan mesin. Masa pengerjaan hanya 2 bulan, Eddy juga menerima pengerjaan di rumahnya alias panggilan.

“Iya, mekanik panggilan. Harus jemput bola dan kuncinya konsisten untuk bertahan di bisnis ini,” ujarnya kembali.

Eddy pernah sampai ke Bali selama 2 minggu untuk mengerjakan motor klasik berlabel TWN yang mati suri selama 40 tahun. Kondisi pertama kali ditemukan mati terkunci dalam sebuah kamar dalam gudang lumbung padi di daerah Situbondo. Kemudian diboyong ke Bali dan Eddy didaulat untuk menghidupkan mesin legendaris itu.

“Semua sudah diberesin mulai cat, Chromecast sampai mesin tapi saat dihidupkan tidak mau menyala,” bingung tujuh keliling melihat kondisi itu.

Hampir menyerah tapi Eddy mencoba meruntut apa masalahnya satu persatu, ternyata setang kruk as agak bengkok. Solusinya? “Tinggal dipukul palu kayu, waras wal alfiat,” kenang Eddy saat itu.

Kendala dari motor klasik itu di spare part yang sudah discontinued dan untuk mengatasi itu sistem kanibalan serta rebuild ulang. Semua beres dan mudah di jaman sekarang. (fey/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »