Ketahui Penyakit Autoimun Lebih Dalam Bersama Prodia

Portaltiga.com – Autoimun merupakan penyakit yang diakibatkan adanya gangguan sistem kekebalan tubuh (imun). Penyakit ini belum diketahui penyebab pastinya, sehingga sangat penting bagi masyarakat untuk mendapat informasi terkait penyakit autoimun tersebut.

Penyakit autoimun yang sering ditemukan adalah Systemic Lupus Erythemotosus (SLE) yang sering kita dengar dengan sebutan penyakit lupus dan Rheumatoid arthritis atau yang biasa kita kenal dengan rematik. Padahal sebenarnya terdapat lebih dari 80 tipe penyakit autoimun, salah satunya adalah penyakit lupus yang memiliki angka kejadian mencapai 0,596 dari total penduduk. Diketahui pula bahwa prevalensi penyakit autoimun pada wanita lebih tinggi jumlahnya dibandingkan pada pria.

Kurangnya edukasi akan penyakit autoimun membuat masyarakat tidak menaruh perhatian pada penyakit autoimun. Menyadari pentingnya edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit autoimun, maka Prodia mengadakan seminar nasionai dengan tema Keep Strong Stay Healthy Menghadapi Penyakit Autoimun, Sabtu (21/4/2018).

Seminar Keep Strong Stay Healthy Menghadapi Penyakit Autoimun akan digelar di delapan kota di seluruh Indonesia yang dimulai pertama kali di kota Bogor. Surabaya akan menyelenggarakan seminar ini di GRHA Prodia Surabaya. Hadir sebagai pembicara utama Dr. dr. Gatot Soegiarto, Sp.PD, KAI yang memaparkan seputar patofisiologi, jenis-jenis autoimun, faktor risiko, diagnosis, pencegahan dan pengelolaan dan Regional Product Executive PT Prodia Widyahusada Tbk., Nur Ainsyah Oktavia S.Si., M.M. yang memaparkan seputar peran biomarker dalam penegakan diagnosis autoimun serta pemeriksaan pendukung.

DR. dr. Gatot menyatakan bahwa penting bagi masyarakat untuk mengetahui informasi seputar penyakit autoimun agar dapat sejak dini menjadi waspada, mengenali faktor risiko sejak dini, berupaya menghindari faktor pencetus, penyakitnya bisa dikelola sejak dini, namun di sisi lain tidak kemudian menjadi paranoid terhadap penyakit ini.

”Autoimun menjadi penyakit yang penyebabnya multifaktorial, meliputi kecenderungan / bakat genetik, penyimpangan respons imun berupa kecenderungan respons inflamasi terhadap faktor-faktor lingkungan seperti infeksi, stress, paparan sinar ultra violet, merokok, diet dan defisiensi nutrisi terentu. Beberapa penelitian membuktikan bahwa, defisiensi vitamin D merupakan salah itu faktor risiko seseorang terkena penyakit ini dan saya rasa masyarakat belum banyak yang tahu tentang hai ini. Oleh karena itu sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui informasi seputar autoimun ini. Mulai dari faktor risiko, bagaimana pencegahannya, deteksi gejala kiinis, hingga pengelolaan penyakit bagi mereka yang memang sudah terdiagnosis,” tuturnya.

Beberapa penelitian menemukan bahwa penyakit autoimun berhubungan dengan kekurangan vitamin D. Disebutkan bahwa kadari vitamin D pada pasien autoimun umumnya rendah. Di indonesia prevalensi defisiensi vitamin D pada wanita berusia 45-55 tahun adalah sekitar 50%. Peneiitian di indonesia dan Maiaysia menemukan defisiensi vitamin D sebesar 63% terjadi pada wanita usia 18-40 tahun. Sedangkan penelitian pada anak 142,9 tahun. ditemukan 45% anak mengaiami insufisiensi vitamin D. Oleh karena itu pemantauan kecukupan vitamin D dalam tubuh pedu diiakukan.

Regional Product Executive PT Prodia Widyahusada Tbk. Nur Ainsyah, mengatakan bahwa skrining autoimun bagi mereka yang sehat memang tidak ada. Seiain pemeriksaan laboratorium untuk memantau kecukupan vitamin D dalam tubuh, terdapat pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan untuk memantau kondisi mereka yang sudah mengalami autoimun.

“Pemeriksaan autoimun yang tersedia diperuntukan bagi individu yang bergejala, untuk menapis apakah ada risiko mengalami autoimun atau tidak yaitu pemeriksaan ANA IF. Selain itu tersedia juga pemeriksaan untuk membantu menentukan jenis autoimun yang diderita yaitu ANA Profile, Anti dsDNA NcX, ProALD, AMA M2, dan Iain lain. Tersedia pula pemeriksaan Vitamin D-25 OH Total untuk menilai kecukupan vitamin D dalam tubuh,” terangnya.

Seminar nasional merupakan event tahunan yang diselenggarakan Prodia sebagai wadah edukasi kepada masyarakat. Dalam seminar nasional ini Prodia mengangkat tema seputar penyakit yang memang perlu mendapat perhatian masyarakat agar dapat melakukan Iangkah pencegahan sejak dini.

Marketing Communications Manager PT Prodia Widyahusada Tbk Reskia Dwi Lestari menyatakan bahwa sebagai laboratorium klinik pertama yang mengusung Next Generation Medicine, serta gencar dalam edukasi P4 medicine, yang salah satu di antaranya adaiah preventive medicine, Prodia merasa perlu turut andii untuk melakukan tindakan maupun kegiatan yang mendukung terwujudnya tindakan preventif di tengah masyarakat.

”Saat ini tindakan preventif itu perlu dilakukan oieh kita masyarakat umum agar dapat terhindar dari risiko terburuk sebuah penyakit. Diperlukan informasi dan juga semacam ajakan dari para dokter kepada pasien ataupun instansi kesehatan seperti kami, Prodia, kepada para pelanggan, agar kita mulai membiasakan diri untuk melakukan tindakan preventif terhadap penyakit,” ungkap Reskia. (rgo/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »