Kendalikan Kenaikan Harga Komoditas, DPRD Jatim Dorong Pusa Agro Jadi BUMD Pangan

 

Surabaya: DPRD Jatim mendorong pihak Puspa Agro lebih maksimal perannya sebagai upaya menekan harga komoditas yang mengalami kenaikan beberapa hari belakangan ini.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim, Renville Antonio mengatakan ditengah kenaikan harga komoditas cabai yang tinggi beberapa waktu lalu, Puspa Agro harus menjadi pusat informasi dan pusat untuk pengendalian harga-harga komoditas yang ada saat ini.

“Saat hearing dengan pihak Puspa Agro beberapa waktu lalu, sudah disepakati adanya menjadikan Puspa Agro sebagai rujukan untuk pengendalian harga-harga komoditas.”Kami berharap peran Puspa Agro bisa menjadi salah satu pengendali harga komoditas pangan di Jatim. Puspa Agro milik Pemprov dan tentunya pemerintah harus hadir dalam pengendalian komoditas pangan di Jatim,”jelas politisi asal Partai Demokrat ini saat ditemui dikantornya, Rabu (25/1).

Diungkapkan oleh Renville, jika nantinya peran ini bisa jalan dan maksimal, tentunya tak menutup kemungkinan Puspa Agro akan menjadi BUMD pangan milik Pemprov. ”Kalau sekarang masih anak perusahaan BUMD. Tentunya kalau ada suntikan dukungan dari beberapa kalangan misalnya dari Bank Indonesia tentunya bisa di dorong untuk menjadi BUMD,”tutupnya.

Sekedar diketahui,ditengah kenaikan harga komoditas cabai yang tinggi, Bank Indonesia Jawa Timur berharap di Jawa Timur ada sebuah Badan Usaha Milik Daerah atau BUMN Pangan yang khusus menangani komoditas pangan tertentu. Meski sudah ada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Badan Urusan Logistik (Bulog), namun pembentukan BUMD Pangan dirasa cukup perlu.
Kepala Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur, Difi A.Johansyah, mengatakan, pembentukan BUMD Pangan penting untuk dilaksanakan, namun jika dikatakan mendesak maka harus ada kajian terlebih dahulu seperti, kajian akademisnya, mekanismenya seperti apa. Namun BI sangat mendukung jika di Jatim ada rencana pembentukan BUMD Pangan.
“Karena untuk daerah-daerah yang ciri khasnya adalah prodesuen dan konseumennya banyak perlu adanya suatu badan untuk menstabilkan harga dari beberapa komoditas tertentu. Seperti halnya peran Bulog yang menstabilkan harga padi, jagung, dan kedelai.”ujarnya di sela Bincang-Bicang Media (BBM) BI Jatim di Surabaya, Rabu (25/01/17).
Ia menjelaskan, memang perkembangan terakhir dari TPID di daerah-daerah bahwa, TPID meminta supaya ada lembaga apakah itu BUMD Pangan yang tujuannya untuk menstabilkan harga pangan di pasar. (Yudhie)

JOIN THE DISCUSSION