portaltiga.com
Ekbis

Kelompok Makanan Penyumbang Terbesar Inflasi Di Jatim

Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono, saat di wawancari rekan-rekan media di sela rilis Indeks Harga Konsumen, di kantornya, Senin (01/08/16).

Portaltiga.com-Pada bulan Juli tahun 2016 Jawa Timur mengalami inflasi 0,76 persen. Kelompok bahan makanan penyumbang terbesar terjadinya inflasi yaitu sebesar 1,48 persen, dibanding kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar yang hanya 0,42 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur, Teguh Pramono, mengatakan, dari tujuh kelompok pengeluaran semuanya mengalami inflasi, namun kelompok bahan makanan penyumbang terbesar inflasi di Jatim pada bulan Juli yaitu mencapai 1,48 persen. Diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,89 persen, kelompok sandang dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan masing-masing sebesar 0,80 persen.

“Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah daging ayam ras, bawang merah, angkutan antar kota, angkutan udara, teh manis, emas perhiasan, apel, kentang, cabai rawit, dan tarif listrik.”ujarnya, kepada wartawa, dalam siaran pers Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur, di Kantor BPS Jatim, Senin (01/08/16).

Ia menjelaskan, inflasi di Jawa Timur pada bulan Juli mencapai 0,76 persen, dari delapan kota IHK di Jatim seluruh kota mengalami inflasi . Inflasi tertinggi terjadi di Kota Madiun sebesar 0,85 persen, diikuti Kota Surabaya 0,83 persen, Kota Kediri dan Kota Malang masing-masing sebesar 0,78 persen. Kabupaten Sumenep dan Kota Probolinggo masing-masing sebesar 0,63 persen, Kabupaten Banyuwangi sebesar 0,43 persen, dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Jember sebesar 0,42 persen.

Sementara itu, tambah Teguh, komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah telur ayam ras, besi beton, nangka muda, telepon seluler, semen, tomat sayur, jagung manis, sawi hijau minyak goreng, dan melon.

“Laju inflasi tahun kalender Juli 2016 terhadap Desember 2015 Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 1,85 persen, angka ini lebih tinggi dibanding tahun kalender Juli 2015 yang mengalami inflasi sebesar 1,74 persen. Inflasi year-on-year atau bulan Juli 2015-Juli 2016 Jawa Timur sebesar 3,19 persen. Angka ini lebih rendah dibanding inflasi year-on-year bulan Juli 2015 yaitu sebesar 6,81 persen.”ungkapnya. (Trish)