Kelompok Cipayung Siap Menjaga Pancasila dari Paham Radikalisme

Portaltiga.com – Aktivis mahasiswa di Jawa Timur yang tergabung dalam Cipayung (HMI, PMII, GMNI, GMKI, dan PMKRI) mendeklarasikan ideologi Pancasila harus dijaga dari paham-paham lain yang bertentangan. Pancasila harus menjadi pemersatu dalam keberagaman budaya, dan organisasi.

 

“Dengan Pancasila, mari kita rajut kembali kebhinnekaan. Masih ada marwah Pancasila sehingga harus kita rawat. Kalau bukan kita, siapa lagi,” kata Ketua Badko HMI Jatim, Darmawan Puteratama, di sela diskusi yang dikemas dalam kegiatan halal bihalal bertopik “Meneguhkan Nilai-Nilai Pancasila” di salah satu cafe di Surabaya, Selasa (11/7).

 

Diskusi yang dikemas dalam kegiatan halal bihalal ini diikuti oleh 50-an orang. Hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini Sahabat Zainuddin (Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur), Kanda Darmawan Puteratama (Ketua Umum BADKO HMI Jawa Timur), Bung Suroto ( Sekretaris Korda GMNI Jawa Timur), Bung Esradus (Perwakilan Komisaris Daerah III PMKRI), dan Bung Bradlee Nainggolan ( Ketua GMKI Surabaya).

 

Dijelaskan, seluruh organisasi perlu melakukan deklarasi menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika demi keutuhan NKRI. Organisasi tersebut, dinilai tidak cocok hidup di Indonesia karena mengancam keberagaman dan Bhineka Tunggal Ika.

 

“Kami mndukung langkah Pemerintah dalam menertibkan Ormas dan OKP yang dalam aktivitasnya bertentangan dengan Nilai-Nilai Pancasila dengan mendorong penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU),” ujarnya.

 

Pihaknya meminta agar masyarakat tidak terpengaruh dengan paham radikalisme yang mengancam perpecahan. Belakangan ini, propaganda kelompok berpaham radikal cenderung memecah belah dan meresahkan masyarakat.

 

“Nilai-nilai Pancasila sangat penting untuk dihayati dan diamalkan, karena itu adalah pedoman berbangsa dan bernegara dalam menjaga NKRI PMII telah berkomitmen untuk bersikap tegas terhadap ormas/okp yang bertentangan dengan Pancasila,” tambahnya.

 

Dalam pernyataan sikap tersebut, para aktivis mahasiswa tersebut juga menegaskan sikap mereka untuk Menjaga Pancasila dan UUD 1945. Pancasila adalah harga mati yang harus dipertahankan sampai titik daerah penghabisan. “Kami siap meneguhkan dan Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila dan UUD 1945,” tambahnya lagi.

 

Hal senada dikatakan Ketua PKC PMII Jatim, Zainuddin. Sesuai dengan konstitusi organisasi, PMII merupakan organisasi yang berazaskan Pancasila. Sehingga, PMII wajib mempertahankan ideologi Pancasila dari paham-paham radikalisme.

 

‘Nilai-nilai Pancasila sangat penting untuk dihayati dan diamalkan, karena itu adalah pedoman berbangsa dan bernegara dalam menjaga NKRI. PMII telah berkomitmen untuk bersikap tegas terhadap ormas/okp yang bertentangan dengan Pancasila, harus dilawan dan ditindak tegas,” paparnya.

 

Ketua GMNI Jatim, Suroto, menambahkan adaya oknum-oknum yang ingin memecah belah NKRI. Organisasi yang tergabung dalam kelompok Cipayung bersepakat untuk bersatu menjadi garda terdepan dalam memberangus oknum-oknum tersebut. “Indonesia adalah negara yang penuh anugrah sehingga kita harus saling merangkul jangan sampai seperti di negara-negara Timur Tengah,” tandasnya.

 

Mengakhiri diskusi, seluruh pimpinan organisasi ini mendeklarasikan komitmen, antara lain :

1. Menjaga Persatuan dan Kesatuan serta Kedaulatan Bangsa.

2. Meneguhkan dan Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila dan UUD 1945

3. Turut serta menjaga kondusifitas kehidupan berbangsa dan bernegara

4. Senantiasa menjaga ketertiban dan kedamaian dalam setiap aktivitas organisasi.

5. Mendukung langkah Pemerintah dalam menertibkan Ormas dan OKP yang dalam aktivitasnya bertentangan dengan Nilai-Nilai Pancasila dengan mendorong penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU). (Bmw)

JOIN THE DISCUSSION