Kekeringan Berkepanjangan,Masyarakat Jatim Diminta Waspada

16/09/2016
280 Views

 

Portaltiga.com :Masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi kekeringan di wilayah setempat. Kewaspadaan perlu ditingkatkan agar tidak sampai menimbulkan bencana, seperti kebakaran lahan.

“Perlunya semua pihak terlibat dalam meminimalisasi potensi kekeringan di Jatim,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim Sudarmawan kepada wartawan di Surabaya, Jumat (16/9).

Berdasarkan data BPBD Jatim, beberapa daerah yang berpotensi dilanda kekeringan. Antara lain Pasuruan, Lumajang, Situbondo, Bangkalan, Sumenep dan beberapa daerah lain.

BPBD Kabupaten/Kota telah menempuh berbagai cara untuk meminimalisasi bencana kekeringan. Salah satunya menyuplai air bersih ke desa-desa yang menjadi titik kekeringan.

“Penanganan ini untuk jangka pendek dan rutin dilakukan. Apalagi sejauh ini belum ada laporan atau pernyataan dari kepala daerah terkait tanggap darurat kekeringan sehingga masih bisa tertangani,” tururnya.

Sebagai catatan, pada 2015, BPBD Jatim mengucurkan anggaran mencapai Rp 4 miliar untuk menyuplai air di sejumlah daerah yang dilanda kekeringan, sekaligus bantuan pengadaan sarana prasana.

Hingga Oktober tahun lalu, kekeringan melanda di 26 daerah, yang di 512 desa di 24 daerah termasuk dalam kategori kritis sehingga diperlukan suplai untuk mengantisipasi kekurangan air bersih.

Sementara itu, meski kerap terjadi hujan di beberapa daerah, namun sesuai laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), saat ini sejatinya memasuki musim kemarau.

Beberapa faktor yang menyebabkannya, kata Sudarmawan, adalah dampak fenomena La Nina atau turunnya suhu di muka laut Samudera Pasifik sehingga menjadikan turunnya hujan.

“Secara umum, fenomena hujan di musim kemarau disebut kemarau basah yang diprediksi terjadi hingga awal 2017. Kendati demikian, mewaspadai kekeringan harus tetap diutamakan,” ucapnya.

Oleh karena itulah Sudarmawan tidak heran dengan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor akibat hujan deras, yang kemudian membuat sungai atau kali meluap. “Cuaca sekarang tidak menentu. Kadang panas, kadang hujan,” tandasnya. (Bmw)

Leave A Comment