Kasus Sampah, Kota Surabaya Bisa Jadi Contoh

Portaltiga.com – Kota Surabaya bisa menjadi contoh daerah lain dalam menangani sampah. Di kota Pahlawan ini, tidak kurang dari 2.000 ton sampah bisa ditangani dengan baik oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Untuk kasus sampah ini, Surabaya bisa dijadikan sebagai contoh. Setiap rumah tangga memproduksi 1,5 kg sampah setiap harinya. Berarti 21 juta ton setiap tahun. Itu baru sampah domestik,” kata Koordinator LSM FORWARD, Wawan usai pertemuan dengan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Jumat (15/12/2017).

Salah satu cara untuk bisa menuntaskan persoalan sampah, para aktivis lingkungan itu memberi beberapa alternatif kepada Wakil Gubernur. Salah satunya adalah “bekerjasama” dengan belatung.

“Binatang “lucu” ini, bisa menyelesaikan 80 persen urusan sampah organik. Bahkan secara ekonomi, bisa menjadi salah satu andalan baru untuk menambah lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.

Dari beberapa opsi pengolahan sampah organik, ditemukan bahwa BSFL adalah teknologi paling sesuai untuk jenis sampah rumah tangga dan sampah pasar.

“Teknologi konversi BSFL di Puspa Agro telah mendapatkan perhatian dari berbagai pemerintahan kota dan swasta dari seluruh Indonesia,” tuturnya.

Larva BSF memakan sampah organik–buah, sayur, sisa makanan dan lain-lain. Reduksi sampah 80 persen. Larva BSF hasil panen kaya akan protein sehingga dapat menjadi pakan ikan dan hewan ternak.

“BSF merupakan species asli Indonesia, bukan hama atau vektor penyakit,” kata Putra dari FORWARD menambahkan Wawan.

Belatung BSF (black soldier fly) hidup lebih lama di tempat sampah, artinya akan lebih banyak menghabiskan sampah. Dan kemampuan mengkonversi sampah dalam sehari sebanyak dua kali lipat dari berat bobot badannya.Jika kita punya 10kg saja, maka dalam satu bulan akan menghabiskan 10 kg x 30 hari = 300kg sampah ludes di makan belatung bsf.

Belatung BSF dalam satu hari bisa menghabiskan sampah dua kali lipat dari bobot badannya, Katakanlah Anda saat ini punya satu kilogram artinya bisa menghabiskan dua kg sampah setiap harinya atau 60 kg sampah tiap bulannya.

Wawan datang bersama beberapa orang aktivis dan LSM yang memiliki kepedulian atas masalah sampah. Dua orang berasal dari Belanda dan Jepang. Dari mereka Wagub Jatim minta disiapkan data agar mempermudah simulasi ke tengah-tengag masyarakat. (bmw/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION