Karyanya Jadi Film, Ini Pesan Sapardi Tentang Penerjemahannya

Portaltiga.com – Sastrawan Indonesia Sapardi Djoko Damono akan menjadikan karyanya yang berjudul Hujan Bulan juni diterjemahman menjadi Film oleh Sutradara Reni Nurcahyo Hestu Saputra.

Namun ia mengatakan, menerjemahkan karya sastra menjadi bentuk lain adalah sesuatu yang sangat sulit.

Hal ini lantaran kemampuan penerjemah dalam menerjemahkan suatu karya akan menentukan bagaimana nasib transformasi karya tersebut. Sebab, Setelah diterjemahkan, maka karya tersebut akan menjadi karya baru.

Seperti halnya ketika sastrawan Sapardi Djoko Damono, menerjemahkan karya sastra. Sapardi tak sebatas mengalihbahasakan kata per kata dan dilakukan hanya dengan sekali membaca karya itu.

“Saya penerjemah juga. Memang kita harus baca berulang kali dulu. Setelah bisa menghayati baru kita keluarkan,” ujar dia di Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Menurut Sapardi, karya hasil terjemahan adalah “milik” si penerjemah. Dia mencontohkan, karya antologi puisi “Hujan Bulan Juni” yang  diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin, adalah milik penerjemahnya, T.F.Chan.

“Terjemahan itu milik pemerjemah. Buku dalam bahasa Indonesia milik saya, sementara buku berbahasa Mandarin milik Pak Chan,” kata Sapardi seraya terkekeh yang kemudian disambut tawa lepas dari Chan.

Chan yang merupakan diaspora Indonesia yang bermukim lama di Hong Kong sependapat dengan Sapardi, bahwa sebelum menerjemahkan karya sastra, sang penerjemah harus berkali-kali dulu membacanya.

“Saya harus baca berulang-ulang kali sehingga merasa sajak yang saya terjemahkan itu saya yang buat. Prosesnya tergantung, lihat dulu sajaknya. Kalau lancar 1-2 hari selesai satu sajak,” kata Chan. (ant/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »