portaltiga.com
Intermezzo

Kapolri: Menangkap La Nyalla Di Singapura Tak Mudah

 

Portaltiga.com :Mabes Polri dan Kejaksaan sudah mengawasi pergerakan ‘pelarian’ Daftar Pencarian Orang (DPO), La Nyalla Mattaliti di Singapura. Namun, petugas yang diterjunkan tidak bisa menjemput paksa tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim senilai Rp 5,3 Miliar itu.

“Mabes Polri pun akan menyiapkan red notice untuk menjemput Nyalla,” kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti kepada wartawan usai acara Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2016 dan HUT ke 70 PWI tingkat Jawa Timur di gedung negara Grahadi, Surabaya, Rabu (30/3) malam.

Menurutnya, Mabes Polri sudah mengetahui keberadaan La Nyalla di Singapura. Hanya saja, pihaknya tidak bisa menangkap orang di negara orang lain. “Kita perlu koordinasi disana,” sergahnya.

Kejaksaan sendiri menetapkan La Nyalla sebagai DPO dan sudah meminta bantuan Polri untuk menangkap Ketua Kadin Jatim ini. “Memang dari kejaksaan sudah membuat DPO. Nah ini nanti kita proses untuk bisa kita buatkan red notice-nya,” tuturnya.

Mantan Kapolda Jatim ini tidak bisa memberikan target memulangkan paksa La Nyalla. Sebab, menangkap seseorang di negara lain tidak mudah. Dibutuhkan koordinasi dengan negara yang bersangkutan.

“Ya tergantung dari negara yang bersangkutan. Membantu kita atau tidak. Biasanya kan sulit negara-negara tertentu yang sulit dimintai bantuan,” ujarnya yang membenarkan Nyalla berada di Singapura.

Mengenai bantuan dari interpol untuk memulangkan Nyalla ke Indonesia. Badrodin menyerahkan kepada interpol. “Saya katakan interpol dari mana. Interpol itu polisi juga. Kalau polisi di negara lain nggak punya kewenangan apa-apa. Itu teritori orang lain. Kita mau macam-mcam disana bisa ditangkap,” jelasnya.

Sebelumnya, La Nyalla Mattalitti ditetapkan Kejaksaan Tinggi Jatim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jatim dari Pemprov Jatim tahun 2012 sebesar Rp 5,3 milliar. Dana hibah itu diduga digunakan membeli IPO Bank Jatim atas nama pribadi Ketua Umum PSSI itu. (Bmw)