Jumlah Maba Unusa Meningkat Signifikan

Portaltiga.com – Jumlah mahasiswa baru (Maba) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melonjak cukup signifikan, Peningkatan lebih dari 20 persen dibanding tahun sebelumnya.

Penyebabnya karena banyak orang tua yang mulai percaya bahwa Unusa adalah kampus NU yang berkualitas dan berkembang pesat.

Hingga Selasa (28/8), ada 1.230 maba yang mengikuti masa pengenalan lingkungan kampus.

Jumlah ini kemungkinan besar akan bertambah hingga 2 September pendaftaran maba ditutup. Unusa memprediksi jumlah maba bisa tembus di angka 1.260.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng mengungkapkan peningkatan jumlah maba ini hampir rata di semua program studi.

“Paling banyak memang di prodi kesehatan. Karena saat ini prodi kesehatan kami sudah lengkap tinggal pilih mau yang mana,” ungkap Jazidie di kampus B Jalan Jemursari, Selasa (28/8/2018).

Peningkatan jumlah mahasiswa kesehatan ini kata Jazidie, ada banyak sebab. Selain memang Unusa ini adalah cikal bakal dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Yarsis, juga karena ada hal lain yang mempengaruhi.

Akreditasi Prodi Kesehatan yang semuanya memegang nilai B, nilai karena adanya dua rumah sakit yang dimiliki yakni RSI Surabaya Ahmad Yani dan Jemursari.

“Itu pengaruhnya sangat besar. Signifikan buat kita naik. Bayangkan sekolah kesehatan tanpa punya rumah sakit, seperti apa jadinya,” tukas Jazidie.

Karenanya dengan penambahan jumlah maba ini, Unusa mulai menambah berbagai fasilitas untuk menunjang berkuliahan.

Di antaranya ruang kuliah, laboratorium, sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini dosen, menambah fasilitas kegiatan kemahasiswaan dan banyak lagi lainnya.

“Tower Unusa yang sembilan lantai itu, sudah sampai lantai tujuh yang selesai dikerjakan. Sebelum akhir tahun ini diharapkan semua tuntas. Sehingga bisa untuk tambahan fasilitas,” tukasnya.

Dengan semakin banyaknya maba ini, tanggung jawab Unusa terhadap para orang tua mahasiswa semakin besar.

Unusa berusaha untuk tidak mengecewakan para orang tua yang sudah mempercayakan anaknya menuntut ilmu di Unusa.

“Kita akan terus berupaya untuk mengelola kampus ini dengan baik, dengan sungguh-sungguh. Kita mikir masa depan, kita tidak ingin mengecewakan semua pihak,” tukas Jazidie.

Karenanya, dikatakan Jazidie, Unusa menginginkan semua mahasiswa Unusa nantinya bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat di Unusa. Tidak hanya bermanfaat untuk dirinya tapi untuk orang-orang di sekitarnya.

Maba Unusa 2018 – 2019 ini mengikuti serangkaian acara pengenalan lingkungan kampus selama lima hari sejak Senin (27/8) lalu.

Di hari kedua, Selasa (28/8) diundang untuk memberikan kuliah perdana adalah Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah memberikan kuliah tentang revolusi mental. Dikatakannya, revolusi mental ini adalah warisan pendiri negeri ini, Soekarno.

Ada tiga hal yang perlu dilakukan yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara budaya.

Kehadiran Khofifah di kampus B Unusa ini disambut riuh para maba. Bahkan maba yang bisa tampil ke depan, diberi hadiah oleh mantan Menteri Sosial RI di era Jokowi ini.

“Saya kasih hadiah, tapi dibukanya nanti kalau sudah di rumah,” tukasnya. (rgo/abi)

JOIN THE DISCUSSION