Jatim Bakal Miliki 2 Bandara Baru

portaltiga.com: Provinsi Jawa Timur (Jatim) bakal memiliki dua bandar udara (bandara) baru. Dua bandara yang akan dibangun itu ada di Kabupaten Malang dan Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura.

“Menteri Perhubungan (Menhub) sudah memberi lampu hijau. Pembangunan dua bandara baru tersebut cukup mendesak karena kebutuhan serta upaya peningkatan perekonomian Pemprov Jatim,” kata Gubernur Jatim Soekarwo kepada wartawan di Surabaya, Jumat (12/2).

Tak hanya Menhub Ignasius Jonan, persetujuan juga didapat setelah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mempersilakan lahannya dipergunakan untuk lokasi bandara. Perlunya restu dari Panglima TNI karena Bandara Abdul Rahman Saleh di Malang akan dikembangkan ke wilayah Purboyo, yang status lokasinya milik TNI AL.

“Lahan tersedia sekitar 47 ribu hektar dan terdapat 237 kepala keluarga yang akan dipindahkan. Saya dengan Dankomar sudah membahasnya dan setelah ini berkoordinasi dengan Pangarmatim maupun KSAL,” ungkap Pakde Karwo, panggilan akrab Soekarwo.

Meski berada di jarak sekitar 60 kilometer dari bandara lama, namun nantinya pesawat-pesat besar bisa mendarat karena lokasinya lebih luas dan dekat dengan Jalur Lintas Selatan (JLS). “Dengan demikian, peruntukan Bandara Abrul Rahman Saleh usai pengembangan akan diserahkan kembali ke TNI AU untuk kepentingan militer,” tandasnya.

Mengenai bandara di Pulau Kangean, pembangunan sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab Pemprov Jatim dan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep. “Mulai 2017 akan dimulai proses pembelian lahan sehingga pada 2019 sudah bisa dioperasikan,” ucapnya.

Sementara itu, dengan disiapkannya dua bandara baru maka nantinya Jatim akan memiliki 10 bandara, yakni Juanda Surabaya di Sidoarjo, Abdul Rahman Saleh di Malang, Blimbingsari di Banyuwangi, Notohadinegoro di Jember, Iswahyudi di Madiun, Trunojoyo di Sumenep, Harun-Tohir di Bawean Gresik.

Sedangkan, tiga bandara lainnya masih dalam proses pembangunan, yaitu di Malang, Pulau Kangean dan Bojonegoro. “Khusus di Bojonegoro diperuntukkan kepentingan minyak dan gas. Sekarang masih proses dan ‘Detail Engineering Design’ (DED) masih menunggu persetujuan Pemerintah Pusat,” tuturnya. (Bmw)

About the author

Related