Ini Makna Wayangan yang Digelar Pakde Karwo

Portaltiga.com – Gubernur Jawa Timur Soekarwo menggelar wayang kulit di desa kelahirannya, Palur, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun Jumat (6/10/2017).

Pengamat politik, Airlangga Pribadi, Direktur The Initiative Riset dan Survey menilai ada pesan yang disampaikan Pakde Karwo dengan wayang kulit ini.

Pertama adalah, wayang kulit ini diharapkan tetap dijadikan sebagai simbol kejayaan budaya di Jawa Timur yang harus tetap ada meskipun nantinya Gubernur Jatim bukan lagi dijabatnya.

“Jadi siapapun Gubernur Jatim nanti, adalah pemimpin yang betul-betul komitmen peduli kepada budaya Jawa Timur khususnya melestarikan wayang Kulit,” papar Airlangga Pribadi, Ahad (8/10/2017).

Pesan kedua adalah, soal tongkat estafet pemimpin Jawa Timur. Akademisi yang akrab disapa Angga ini mengatakan, dilihat dari Judul lakon Wayang Kulit itu, ‘Kalimatoyo’ artinya adalah figur kepemimpinan.

“Dalam antropologi kebudayaan Jawa Timur, wayang bukan hanya hiburan rakyat namun juga berperan sebagai kode kultural dan komunikasi politik untuk menyampaikan pesan dari pemimpin kepada rakyatnya,” jelas Angga, panggilan akrabnya.

Dijelaskan Angga, Lakon Kalimatoyo adalah gelar yang diberikan kepada Prabu Yudhistira setelah ia bersama Pandawa Lima memenangkan pertempuran di medan kurusetra dan kembali memimpin Kerajaan Astina, mirip peristiwa pergolakan di era Reformasi 1998.

Kerajaan Astina di bawah pimpinan Kalimatoyo (Prabu Yudhistira) mencapai zaman keemasannya dengan kepemimpinan yang mampu membangun kesejahteraan rakyat, kepemimpinan yang partisipatoris dan berkeadilan yang kemudian diturunkan kepada Prabu Parikesit.

“Ini merupakan kode-kode kultural yang sangat dalam dan penuh makna,” jelasnya.

Terkait Pilgub Jatim 2018, lanjut Angga, ada pesan penuh kearifan dari lakon Kalimatoyo. Proses suksesi kepemimpinan saat ini menjadikan “Prabu Kalimatoyo” bersama dengan rakyat Jawa Timur perlu untuk menggembleng pemimpin Jawa Timur untuk menemukan figur pengganti yang mampu memegang komitmen dengan rakyat maupun dengan elite politik. Kemudian jujur, amanah, arif, bijaksana dan mampu mensejahterahkan rakyat.

“Nah isyarat itulah yang mau disampaikan Pakde Karwo kepada calon penerusnya. Sampai sekarang, masih sedang dicari figur yang bisa memenuhi semua syarat sesuai cerita Yudhistira dan Parikesit ini,” paparnya. (ars/abi)

About the author

Related

JOIN THE DISCUSSION