Ini Kata Budayawan Soal Tidak Dipingitnya Kahiyang

Portaltiga.com – Mufti Raharjo, pelaku dan pengamat budaya jawa memberikan tanggapannya terhadap pernikahan putri Presiden joko Widodo, Kahiyang Ayu yang tidak dipingit menjelang pernikahannya.

Mufti menjelaskan, dalam adat Jawa, calon pengantin yang hendak menikah biasanya menjalani prosesi sengkeran atau pingitan.

Dalam pingitan, calon mempelai putri tidak diperbolehkan lagi keluar dari kediaman hingga keesokan harinya dia melaksanakan ijab kabul. Bahkan jika menerapkan aturan cukup ketat, ketika calon mempelai laki-laki datang menemui ayah calon mempelai putri pada malam menjelang pernikahan, calon putri tetap berada di kamar.

“Tujuannya adalah untuk menjaga keselamatannya. Selain itu, pastinya agar lebih konsentrasi berdoa meminta segala kebaikan untuk kehidupannya kelak setelah berumah tangga,” ujar pelaku dan pengamat budaya Jawa Mufti Raharjo kepada wartawan, Selasa (7/11/2017).

Kahiyang dan Bobby sama-sama sudah menjalani prosesi siraman di tempat masing-masing. Rangkaian adat ini akan dilanjutkan dengan midodareni malam nanti. Ijab kabul dan resepsi akan berlangsung esok hari, (8/11).

Sebelumnya, Kahiyang sudah buka suara saat ditanya tradisi pingitan. Kahiyang tertawa saat mendengar pertanyaan tersebut.

“Enggak (dipingit). Masih jalan ke mana-mana,” kata Kahiyang di kediamannya, Jalan Kutai Utara, Sumber, Banjarsari, Minggu (29/10). (dtc/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »