portaltiga.com
Headline Politika

Ini Hasil Muswil IX PPP Jatim

Portaltiga.com – Muswil IX PPP Jatim berlangsung alot. Sidang ketujuh dengan agenda tata tertib pemilihan anggota formatur berjalan sangat dinamis, hingga pimpinan sidang memilih cara voting untuk mengambil keputusan.

Diantara pemicunya adalah adanya sebagian peserta yang notabene pendukung Munjidah Wahab mengusulkan supaya proses pemungutan suara dilakukan secara tertutup. Sebaliknya kelompok pendukung Musyaffa Noer (incumbent) berharap dilakukan secara terbuka. Namun setelah divoting akhirnya diputuskan menggunakan cara terbuka.

“Karena hasil voting lebih banyak yang setuju menggunakan cara terbuka, maka kami putuskan proses pemilihan anggota formatur dilakukan secara terbuka,” kata Ahmad Baidlowi selaku pimpinan sidang ke-7 Muswil IX PPP Jatim di Samator Novotel Hotel Surabaya, Selasa (1/6/2021) dini hari.

Jumlah peserta yang berhak menggunakan hak suara untuk memilih anggota formatur, lanjut Baidlowi berdasar hasil verifikasi panitia ada sebanyak 64 suara. Rinciannya meliputi perwakilan 38 DPC PPP Kabupaten/Kota se Jatim ditambah perimbangan kursi PPP di masing-masing DPRD Kabupaten/Kota. Kemudian perwakilan DPW dan perwakilan Banom PPP di tingkat provinsi.

“Masing-masing utusan perwakilan yang memiliki hak suara itu hanya memilih 6 orang yaitu seorang nama Pengurus Harian DPW PPP Jatim dan 5 orang nama Pengurus Harian DPC PPP Kabupaten/Kota se Jatim sebagai calon anggota formatur dalam kertas suara yang sudah disiapkan panitia,” terang anggota FPPP DPR RI ini.

Baca Juga: Hadiri Muswil PPP Jatim, Ini Pesan Gubernur Khofifah

Setelah dilakukan proses pemungutan dan penghitungan suara, kata Baidlowi hasilnya ada 13 nama (orang) yang mendapatkan suara. Antara lain; KH Musyaffa Noer (ketua demisioner DPW) 51 suara, Agus Zunaidi (DPC Kota Blitar) 50 suara, Zainiye (DPC Situbondo) 49 suara, Zuman Malaka (DPC Sidoarjo) 49 suara, Choirul Anam (DPC Bojonegoro) 49 suara, Salim Quraisy (DPC Kab Probolinggo) 48 suara.

Selanjutnya, Munjidah Wahab (DPC Jombang) mendapat 16 suara, Ansori Baidowi (DPC Kab Blitar) 16 suara, KH Fauzan (DPC Banyuwangi) 15 suara, Madini Farouq (DPC Jember) 13 suara, Habib Maulana (DPC Kota Batu) 13 suara, Nurhadi (DPW PPP Jatim) 8 suara dan terakhir H Rofik (DPW PPP Jatim) 1 suara.

“Berdasarkan ketentuan tatib, 6 anggota formatur yang terpilih adalah mereka yang mendapat suara tertinggi. Yaitu KH Musyaffa Noer (51 suara), Agus Zunaidi (50 suara), Zainiye (49 suara), Zuman Malaka (49 suara), Choirul Anam (49 suara), dan Salim Quraisy (48 suara). Sedangkan yang ditunjuk mewakili DPP adalah Hj Ermalena sekaligus ex ooficio ketua formatur,” tegas Baidlowi sambil mengetuk palu sebagai pengesahan.

Usai penutupan Muswil IX PPP Jatim, salah satu anggota formatur Musyaffa Noer mengaku bersyukur karena Muswil PPP Jatim berjalan sangat dinamis dan lancar, sehingga bisa menjadi percontohan proses berdemokrasi yang luar bisa terbuka dan contoh perpolitikan yang bagus di Jatim.

“Tugas formatur adalah menyusun dan menentukan pengurus harian DPW, pimpinan Majelis Syariah DPW dan pimpinan Majelis Pertimbangan DPW, serta pimpinan Majelis Pakar DPW. Formatur diberi waktu 20 hari kerja setelah ditetapkan Muswil untuk menyusun dan mengusulkan pengesahan ke DPP PPP, ” beber Musyaffa.

Baca Juga: Muswil PPP Jatim, Musyaffa Noer Calon Terkuat

Ditegaskan Musyaffa, anggota formatur yang terpilih ini merupakan bukti aspirasi dari arus bawah. Apalagi kedaulatan Muswil itu ada di tangan peserta. “Memang DPP punya kehendak yang berbeda. Ini secara otomatis kalau diskresi dikeluarkan, itu sama saja saya yang terpilih sebagai ketua (DPW),” dalihnya.

Ia berharap kepada DPP PPP agar diskresi itu harus ditinjau kembali. Sebab dalam demokrasi itu selalu ada kompromi (pilhan). Apalagi diskresi itu sudah menjadi peraturan organisasi dari DPP dan dilegal formalkan melalui Rapimnas.

“Masak diskresi dibatalkan melalui Surat Edaran (SE). Itu mungkin akan menjadi perdebatan dalam forum rapat formatur. Nanti kita bicarakan itu, saya yakin pasti akan ada titik temunya, ” pungkas ketua FPPP DPRD Jatim. (ars/abi)