portaltiga.com
Politika

Ini Dia Komentar Pengamat Soal Sindiran Khofifah Pada Keberhasilan Pemprov Jatim

PEMBAHASAN PERUBAHAN APBN 2015

Portaltiga.com – Pemaparan visi misi Cagub jatim Khofifah Indar Parawansa dalam Rapimwil DPW PPP Jatim di Hotel Aria Centra Surabaya, Minggu (3/12/2017) kemarin mendapat apresiasi beragam dari pengamat.

Cagub Jatim yang diusung Partai Demokrat-Golkar-Hanura, menyinggung soal keberhasilan pemprov Jatim dalam pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, tetapi tidak dibarengi dengan penurunan angka kemiskinan yang ternyata masih tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Menurut Khofifah, pertumbuhan ekonomi Jatim memang di atas rata-rata nasional. Kalau PDRB sudah mencapai Rp 1.800 triliun, setara 15 persen kontribusi PDRB Indonesia. Tetapi tingginya PDRB termasuk pertumbuhan ekonomi belum berseiring turunnya kemiskinan dan penurunan gini ratio.

“Seharusnya PDRB dan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional seharusnya beriring dengan penurunan kemiskinan kira-kira seperti itu,” kata Khofifah kepada wartawan.

Direktur Surabaya Survei Center (SSC) Mochtar W Oetomo menilai pernyataan Khofifah ini harus diapresiasi. Ini karena selama berbulan-bulan publik hanya disuguhi berita tentang klaim dukungan antar dua kubu Gus Ipul dan Khofifah.

“Jika sekarang Khofifah mulai berbicara visi, seharusnya ini menjadi momentum bagi kedua kubu untuk mulai melakukan perang gagasan dan ide di pilgub Jatim, agar ada proses pencerdasan politik ke masyarakat. Sekaligus publik menjadi tahu apa sebenarnya yang mau dilakukan oleh kedua kandidat untuk masyarakat jatim. Pertarungan ide dan gagasan semacam ini akan membuat pilgub jatim lebih bernas,” tegasnya, Senin (4/12/2017).

Sedangkan terkait persoalan yang dikritisi adalah Gubernur Jatim Pakde Karwo yang sekaligus ketua partai pengusung (Demokrat Jatim), menurut dia, itu soal yang lain.

“Yang terpenting adalah kritik itu disertai gagasan apa, masuk akal tidak dan pro rakyat atau tidak? Selama Khofifah bisa mempertanggungjawabkan kritik dan gagasannya, menurut saya Pakde Karwo pun akan enjoy aja,” tuturnya.

Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini menilai justru waktunya Cagub Jatim Gus Ipul untuk meresponnya dengan kritik dan gagasan juga, sehingga pendidikan politik untuk publik di pilgub Jatim ini jalan.

“Soal itu dimaknai sebagai sindiran Khofifah yang tidak pada tempatnya (karena Demokrat partai pengusung) dan juga sindiran Gus Ipul kepada partai pengusung Khofifah karena tak direkom, itu sama-sama akan dimaknai publik sebagai kelanjutan psywar. Perang psikis antar dua kubu yang bisa saja makin memperuncing potensi konflik yang sebelumnya sudah ada,” tukasnya.

“Mudah-mudahan ke depannya, baik Gus Ipul atau Khofifah makin cool, calm and confident dalam menyikapi sebuah isu. Dan lebih memfokuskan bagaimana menyampaikan gagasan politiknya untuk Jatim,” imbuhnya. (bjc/tea)

Related posts

Cagub Harus Komit Bangun Market Usaha Untuk Entas Kemiskinan

admin

Puluhan Kendaraan Terjaring Razia Dishub Jatim

admin

Rakorwil PPP Jatim Akan Dihadiri KH Maimun Zubair dan Rhoma Irama

admin