Harlah NU, 94 Tahun Tak Pernah Bergeser dari Tipikalnya

Oleh: Kusnadi SH MHum

Organisasi massa Islam terbesar Nahdlatul Ulama (NU) hari ini, Jumat (31/1/2020) merayakan hari lahirnya yang ke-94. Catatan sejarah, NU yang di dalamnya adalah para ulama, kiai, dan santri, telah membuktikan pengabdiannya pada bangsa dan negara ini.

Hal tersebut tak lepas dari sejarah pendirian NU itu sendiri. Dimana pendiri NU, Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari, berhasil mengharmoniskan hubungan agama dan politik menjadi sebuah politik kebangsaan dengan jargon yang kita kenal yakni:  hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman.

Cinta tanah air dimaksud barang tentu adalah nasionalisme seperti nilai-nilai terkandung dalam ideologi negara kita, Pancasila.

Sebagaimana pula kutipan pidato Bung Karno dalam sidang di gedung PBB, September 1960, berjudul To Build The World A New (Membangun Dunia Kembali): “Kami nasionalis, kami cinta bangsa kami dan kepada semua bangsa.”

Sebagai kader dari partai yang berasaskan Pancasila dengan jiwa dan semangat kelahiran Pancasila pada 1 Juni 1945, kami melihat dan merasakan bagaimana NU tidak pernah bergeser dari tipikalnya sebagaimana awal berdirinya. Yakni organisasi sosial keagamaan yang religius nasionalis dan memegang teguh prinsip-prinsip Islam yang damai, moderat, dan penuh toleransi.

Dari pertalian ideologi kebangsaan tersebut,  PDI Perjuangan, khususnya DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, terus memperkuat silaturahmi dengan Pengurus Wilayah NU Jawa Timur sebagaimana dilakukan beberapa waktu lalu, yakni Juli 2019.

Sebagaimana silaturami pada saat itu yang menghasilkan agenda bersama, yakni, melawan radikalisme dan intoleransi, serta penguatan ekonomi “wong cilik, adalah bagian dari mencintai tanah air, nasionalisme, yang barang tentu nasionalisme yang tidak hanya mencintai bangsa sendiri, tetapi juga bangsa-bangsa di dunia.

Selamat Harlah ke-94 Nahdlatul Ulama, semoga seluruh harapan tercapai, berdikari menuju persaudaraan dunia.

* Penulis adalah Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »