Hadiri Deklarasi FAJ 01, Jokowi Ajak Semua Perangi Hoaks

Portaltiga.com – Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada semua pihak untuk melakukan perlawanan terhadap hoax dan berita berita fitnah serta propaganda meyesatkan yang mengarah ke arah kebencian. Mari melakukan perpolitikan dengan cara penuh etika, tata krama, peradaban dan sopan santun.

“Di sini saya berhadapan dengan intelektual. Saya minta untuk sama-sama menghadapi berita-berita hoax. Sekarang banyak yang menyampaikan dari yang benar menjadi salah, yang salah jadi benar,” ujar Jokowi dalam orasi politiknya diacara Deklarasi Forum Alumni Jatim (FAJ) 01, di kawasan Tugu Pahlawan Surabaya, Sabtu (2/2/2019).

Menurut Jokowi di depan ribuan alumni Pergurusn tinggi di Jatim yang memenuhi kawasan Tugu Pahlawan, saat ini yang disesali adalah adanya tim tim sukses yang menyiapkan propaganda yang setiap saat menyebarkan berita dusta dan hoaks yang meresahkan masyarakat.

Jokowi mengaku heran menjelang pilpres, banyak isu yang tidak benar dialamatkan kepada dirinya. Semua berita yang tersebar itu hoax. Mulai dari isu PKI hingga ada yang mengaku dianiaya, padahal luka itu adalah luka dari operasi plastik.

“Kenapa tidak menyampaikan ide dan gagasan-gagasan. Ini yang perlu dipahami betul oleh para intelektual,” ungkapnya.

Jokowi juga menyinggung adanya pernyataan yang muncul tentang negara kita yang akan bubar, perekonomian yang membuat masyarakat tidak bisa makan sehingga tempe setipis ATM. Padahal itu semua tidak benar dan negara kita akan tetap jaya dan utuh selamanya.

Untuk itu kata Jokowi peran semua pihak khusunya para pendukungnya di pilpres mendatang khususnya yang ada dijatim untuk memberikan pendidikan politik yang benar kepada masyarakat.

“Arek Suroboyo, arek Jawa Timur wani untuk menghadapi semuanya itu. Mari kita bergerak dari door to door sampaikan salam saya ke masyarakat. jelaskan apa yang benar dan yang sudah saya lakukan untuk bangsa ini. katakan yang sebenarnya. Masyarakat saat ini sudah cerdas dan pandai. Sehingga saya yakin masyarakat akan mengerti kalau kita jelaskan yang sebenarnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini capres no urut 01 ini juga mengatakan mengelola negara, menurutnya, tidak mudah karena negara ini memiliki perbedaan suku, agama, budaya dan bahasa. Sehingga, diperlukan pengalaman dalam memerintah pemerintahan besar.

“Saya pernah terbang dari Aceh ke Wamena membutuhkan waktu 15 jam. Artinya negara ini negara besar. Saya pernah dipilih sebagai walilota dari bisnis. Kemudian memimpin provinsi DKI Jakarta. Saya belajar selama dua tahun dari dunia bisnis ke pemerintahan. Jadi, pengalaman itu perlu dan pengalaman merupakan hal penting untuk dipilih menjadi seorang pemimpin,” ungkapnya.

Dalam acara yang berlangsung di kawasan Tugu pahlawan yang dihadiri Ribuan alumni perguruan tinggi se jatim, panitia juga memberikan rompi ke Jokowi yang bertuliskan Cak Jokowi. Yang disematkan dan dipakaikan ke pada Jokowi ketika Jokowi berada diatas panggung sebelum memberikan orasiya.

Hadir di acara ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, Ketua MPW Pemuda Pancasila (PP) Jatim La Nyalla Mattalitti, mantan Cawagub Jatim Puti Guntur Soekarno, Martono mantan ketua tim sukses Pakde karwo di pilgub Jatim yang tergabung dalam komunitas Jokowi-KH Makruf Amin – Soekarwo (Jowo) serta beberapa tokoh Nasional pendung pasangan no urut 01 ini.

Ribuan massa alumni perguruan Tinggi Jatim ini berasal dari perguruan tinggi di jatim baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS), antara lain Unair Surabaya, ITS, Unesa dan Unej (jember), UIN, Untag, AWS serta ratusan perguruan tinggi di Jatim. (ars/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION