Gerak Cepat Tim Dokter FK UNAIR Turun ke Lokasi Bencana di Lombok

Portaltiga.com – Prihatin atas kejadian gempa di wilayah Lombok beberapa waktu lalu, tim dokter Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) berinisiatif menggalang dana sekaligus gerak cepat menuju lokasi untuk memberikan penanganan medis. Selasa (7/8/2018), lima orang tenaga medis FK UNAIR berangkat menuju ke lokasi bencana di wilayah Lombok Utara dan Lombok Tengah.

Selama tiga hari di sana, tim dokter FK Unair yang tergabung di Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam Surabaya ini akan membantu memberikan penanganan medis ke beberapa puskesmas dan tenda pengungsian. Tim juga akan bergabung bersama tim medis FK Unair lain yang sudah lebih dulu sampai di lokasi bencana.

Selain sumbangan tenaga, sehari sebelumnya mereka telah menggalang donasi berupa uang. Dalam sehari, tim berhasil menggalang dana sebesar Rp10 juta. Dana itu akan disalurkan dalam bentuk keperluan logistic, seperti beras, roti, makanan bayi, selimut, popok, dan lain sebagainya.

Selama di lokasi, mereka akan bekerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan Lombok Utara dan sejumlah relawan lain dari Universitas Nahdlatul Wathan, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

“Kemarin kami dapat info dari tim medis yang sudah berada di NTB kalau di sana sangat membutuhkan alat-alat bedah minor jahit luka. Jadi fokus kami berangkat ke sana adalah membawa peralatan bedah minor,” ungkap Mita Erna Wati, dr. salah seorang dokter relawan.

Ini bukan kali pertama Mita menjadi dokter volunteer di lokasi bencana. Sebelumnya Mita bersama anggota dari Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam Surabaya sering menggelar kegiatan bakti sosial ke berbagai wilayah seperti Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, Bondowoso, hingga Situbondo.

Sebelumnya, civitas Unair melalui Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UA) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah lebih dulu menyambangi lokasi bencana empat hari setelah kejadian, tepatnya pada Kamis (2/8) lalu di Sembalun belumbung, Sembalun lawang, dan Sadang Lombok Timur.

Di lokasi, mereka mengerahkan bantuan logistik seperti beras, makanan, tikar, selimut, serta bantuan tenaga medis.

“Kami pilih di sana karena konsentrasi keparahan saat kejadian gempa pertama ada di sana,” ungkap dr. Doddy AK, Sp.OG(K) pembina IKA UA.

Selain sumbangan logistik, tim IKA UA juga menyerahkan donasi berupa uang sebesar 5 juta kepada kepala dusun setempat.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) NTB periode 2012-2015 itu mengaku salut dengan kerjasama para donator IKA UA. Tidak butuh waktu lama, tim berhasil mengumpulkan uang donasi dan segera bisa menyumbangkan kebutuhan logistik untuk meringankan beban para korban bencana di sana. (doy/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION