Gema Keadilan Jatim Ajak Pemuda Bentengi Dari Aksi Radikalisme

 

Portaltiga.com : Gerakan Persaudaraan Pemuda Keadilan (Gema Keadilan) ‎Jatim memanfaatkan momentum Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober, mengajak para pemuda membentengi diri dari aksi radikalisme atas nama agama. Pemuda harus diberi pemahaman dan menanamkan jiwa nasionalisme serta cinta tanah air pada kaum muda.

Salah satu cara yang dilakukan adalah menggelar sarasehan. Melalui sarasehan bertajuk “In Youth We Trush” dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda, organisasi kepemudaan di bawah bendera Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mencoba mencari format bagaimana membangun masa depan Indonesia melalui pemuda.

Acara digelar di Warung Kauman, kawasan Masjid Al Akbar, Surabaya, Kamis (27/10). Hadir di acara itu, Ketua Bidang Kepemudaan PKS Jawa Timur, Achmad Zakaria, Ketua Gema Keadilan Jawa Timur Irwan Setiawan serta puluhan aktivis muda Gema Keadilan.

“Saya kira, momen hari ini teman-teman mencari format kontribusi pemuda dalam rangka tantangan bangsa ke depan. Itu kan, termasuk berpolitik yang santun,” kata ‎Ketua Umum DPW PKS Jatim, Arif HS kepada wartawan di sela sarasehan,Kamis (27/10)

Dijelaskan, masalah radikalisme mengatasnamakan agama, itu tidak dibenarkan. Terlebih lagi di Negara Pancasila (Indonesia). Kalau dikait-kaitkan, memang radikalisme itu kadang dikait-kaitkan dengan Islam. Namun, cara-cara radikal, siapapun tidak akan menerima.

“Saya ingin sampaikan, seperti itu. Mohon dipahami, tidak semua seperti itu (aksi radikal). Di PKS, sampeyan (Anda) lihat sendiri lah. Cara-cara kita berusaha santun. Kami di PKS tidak memahami seperti itu (radikalisme),” ujarnya.

Untuk membentengi pemuda dari aksi radikalisme, menurutnya, Gema Keadilan memiliki cara sendiri, yakni memberi pemahaman. Tingkah laku seseorang itu karena pemahaman. “Makanya kita berusaha memberi pemahaman di kalangan pemuda kita, bahwa cara-cara santun, cara-cara berpolitik santun itu menjadi tekanan kita,” ucapnya.

Ketua Gema Keadilan Jatim, Irwan Setiawan menambahkan, ada tiga kunci utama untuk menjaga NKRI dari perpecahan. Pemuda harus menjadi pelopor kekuatan dan menangkal segala aksi radikal dengan memegang teguh tiga kunci tersebut.

Apa tiga kunci itu? ‎”Yang kita tawarkaan adalah, yang pertama menanamkan nasionalisme sebagai pondasi bagi para pemuda di zaman sekarang ini. Kedua adalah kreativitas. Yang ketiga Kebhinekaan (Bhineka Tunggal Ika),” kata Irwan.

Tiga kunci itulah, yang ‘dijual’ Gema Keadilan ke pemuda. “Ayo kita‎ kita bareng-bareng, kita punya Gema Keadilan, kita punya nasionalisme untuk membangun Jatim, untuk membangun Bangsa Indonesia.”Kita kembangkan kreativitas,‎ di dalam Kebhinekaan untuk membentengi, salah satunya untuk membentengi masalah radikalisme,” tuturnya.

Gema Keadilan, lanjutnya, didirikan memang untuk mewadahi para pemuda PKS yang ingin berjuang untuk bangsanya lewat jalur sosial-politik. Jangan dimaknai politik itu melulu masalah Pemilu dan kekuasaan. “Politik itu tentang memberikan solusi atas masalah rakyat secara sistemik,” tandasnya. ‎(Bmw)

JOIN THE DISCUSSION