portaltiga.com
Headline Umum

Geliatkan Sastra Di Jawa Timur, Bengkel Muda Surabaya Kembali Gelar Acara Bengkel Sastra

Portaltiga.com – Acara Bengkel Sastra kembali digelar oleh Bengkel Muda Surabaya di Balai Pemuda, Surabaya, Rabu (18/4/2018). Dalam acara yang digelar untuk kali ketiga ini menampilkan pembacaan puisi, musik dan orasi budaya dari sastrawan dan pemerhati budaya di Surabaya.

Ribut Wijoto selaku ketua acara mengungkapkan, acara ini akan terus digelar untuk meramaikan geliat sastra di surabaya, khususnya dan Jawa Timur pada umumnya.

“Acara ini akan rutin digelar setiap bulan pada hari Rabu minggu ketiga. tujuannya semakin menggairahkan kegiatan sastra di Surabaya dan Jawa Timur,” ujar Ribut yang juga aktif di Forum Sastra dan Seni Luar Pagar (FS3LP) ini.

Ribut melihat, kurangnya acara sastra di Surabaya yang membuat sastra kurang begitu dekat di hati masyarakat.

“Untuk itu, acara semacam ini akan terus digalakkan dengan menggandeng sejumlah sastrawan, kritikus sastra, dan masyarakat baik tua maupun yang muda untuk sama-sama menjadikan sastra di Surabaya menjadi salah satu tonggak sastra di Indonesia,” tambah Ribut.

Dalam acara yang digelar dengan tajuk ‘Perempuan Bicara Perempuan ini, Ribut menggandeng sejumlah sastrawan untuk membacakan puisi ataupun orasi budaya.

“Kali ini yang membacakan orasi ada Sirikit Syah, Vika Wisnu, dan juga Maya A. Zahra, dan ada sastrawan muda yang juga turut membacakan puisinya, seperti Dyah Ayu Setyorini dan Deni Tri yang merupakan Sastrawan dari Unair, dan lain-lain,” ujar kritikus sastra Jawa Timur ini.

Sementara itu, salah satu orator, Vika Wisnu dalam orasinya yang diberi judul ‘Perempuan Melawan Hoax’ menyampaikan hoax sangat potensial dibagikan melalui perempuan.

“51 persen dari pengguna instagram di Indonesia adalah perempuan. 58 persen dari jumlah itu, mencari berita melalui media sosial, yang konon rumah bagi hoax,” ujar cerpenis ini.

Perempuan selain dapat menyebarkan hoax, sebenarnya juga mampu untuk mengendalikan hoax agar tidak semakin menyebar.

“Perempuan adalah pasar potensial untuk sebuah produk hoax. Jadi apakah hoax dibuat untuk dan oleh perempuan, bisa jadi. Apakah hoax bisa diberantas oleh perempuan, sangat besar peluangnya,” ujar dosen Untag ini. (tea)

Related posts

Cak Rateman Berkisah tentang Kejayaan Dendang Bhirawa

admin

Ini Agenda Doku-mime 2019 di Taman Budaya Yogjakarta

admin

Pameran Seni Digital Love Is Everything Digelar di Artotel

admin