Gawat, Penderita TB Paru Di Jatim Tembus 15.371 Kasus

 
portaltiga.com:Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mencatat jumlah penderita Tuberkulosis (TB) Paru BTA (Basil Tahan Asam) positif menembus angka 15.371 kasus. “Masyarakat wajib waspada karena TB paru BTA positif cepat menular,” kata Kepala Dinkes Jatim, dr Harsono di Surabaya, Jumat (22/1).

Kepala Dinkes Jatim, dr Harsono mengungkapkan, banyaknya kasus TB paru BTA positif dapat mempercepat penambahan kasus baru TB di Jatim. Dengan penanganan dan pencegahan yang benar diharapkan kasus TB di Jatim tidak bertambah.. Sampai saat ini kasus TB di Jatim sebanyak 40 ribu orang, sedangkan pasien yang berhasil diobati mencapai 28 ribu orang.

Sementara daerah penyumbang TB terbanyak diduduki Surabaya dengan 3.569 kasus, disusul Jember 2.325 kasus, Sidoarjo 1.638 kasus, Malang 1.385 kasus dan Gresik 1.294 kasus. ”Surabaya peringkat pertama, ini harus jadi perhatian semua pihak bukan hanya tugas pemerintah,” ungkapnya.

Tingginya kasus TB, lanjut Harsono, disebabkan rendahnya pencegahan yang dilakukan masyarakat. Mereka cenderung berobat saat sakit, dan tidak mengedepankan pencegahan. “Gaya hidup dan kondisi lingkungan tidak sehat serta kurangnya ventilasi udara dan cahaya matahari ke dalam rumah, ruangan atau rumah dalam kondisi lembab, serta sanitasi yang kurang baik jadi penyebab TB berkembang,” tuturnya

Untuk diketahui, TB merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia ini. Pada tahun 1992 World Health Organization (WHO) telah mencanangkan tuberkulosis sebagai Global Emergency. Laporan WHO tahun 2004 menyatakan bahwa terdapat 8,8 juta kasus baru tuberkulosis pada tahun 2002, 3,9 juta adalah kasus BTA (Basil Tahan Asam) positif. Sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis dan menurut regional WHO jumlah terbesar kasus TB terjadi di Asia tenggara yaitu 33% dari seluruh kasus TB di dunia, namun bila dilihat dari jumlah penduduk terdapat 182 kasus per 100.000 penduduk. Di Afrika hampir 2 kali lebih besar dari Asia tenggara yaitu 350 per 100.000 pendduduk.

Diperkirakan, angka kematian akibat TB adalah 8000 setiap hari dan 2 – 3 juta setiap tahun. Laporan WHO tahun 2004 menyebutkan bahwa jumlah terbesar kematian akibat TB terdapat di Asia tenggara yaitu 625.000 orang atau angka mortaliti sebesar 39 orang per 100.000 penduduk. Angka mortaliti tertinggi terdapat di Afrika yaitu 83 per 100.000 penduduk, prevalens HIV yang cukup tinggi mengakibatkan peningkatan cepat kasus TB yang muncul.

Indonesia masih menempati urutan ke 3 di dunia setelah India dan Cina. Setiap tahun terdapat 250.000 kasus baru TB dan sekitar 140.000 kematian akibat TB. (Kominfo Jatim/Yud)

JOIN THE DISCUSSION