Gandeng BNI, Kemendesa PDTT Kembangkan Kawasan Transmigrasi

Portaltiga.com – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) mengembangkan Kawasan Transmigrasi (KTM) jaman Now. Tiga kunci sukses telah disiapkan untuk mendukung program KTM tersebut.

Tiga kunci sukses itu, Reforma Agraria, Produk Unggulan Desa dan Kemitraan dengan tujuan lebih luas, yaitu, pembangunan kawasan, pemerataan pembangunan, persatuan dan kesatuan masyarakat, transmigrasi mendukung nawacita-membangun dari pinggiran.

“Ini merupakan langkah strategis kami dalam mengembangkan kawasan transmigrasi,” kata Sekjen Kemendesa PDTT, Anwar Sanusi dalam siaran persbya usai pada Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor dalam Pengembangan Kawasan Transmigrasi di Jakarta.

Rakor yang digelar Rabu (27/12/2017) tersebut, diikuti oleh 200 peserta. Diantaranya adalah para Bupati, Wakil bupati dan kepala dinas dari kabupaten dan provinsi lokasi KTM se Indonesia.

Pada rakor ini, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara PT. Bank Negara Indonesia (Persero)Tbk dengan 16 Bupati tentang Pengelolaan Kawasan Transmigrasi (KTM), diantaranya : Bupati Mesuji untuk KTM Mesuji, Bupati Tulang Bawang untuk KTM Rawapitu, Bupati Kutai Timur untuk KTM Maloy Kaliorang dan lain-lain.

“Untuk mensukseskan program ini, kami membutuhkan sinergi lintas sektoral. Kami membuka diri untuk berkolaborasi dengan berbagai fihak, diantaranya Kementerian, Pemda, Swasta maupun BUMN termasuk perbankan, sehingga tujuan diatas akan cepat tercapai,” tambah Anwar Sanusi didampingi Dirjen PKTransmigrasi, Nurdin.

Direktur Hubungan Kelembagaan BNI, Adi Sulistyowati menyampaikan terimakasih atas kepercayaan Kemendesa PDTT pada BNI untuk bersama-sama mengembangkan Kawasan Transmigrasi khususnya melalui program Korporatisasi Pertanian atau lebih dikenal dengan program mewirausahakan petani.

“Potensi hamparan pertanian di kawasan transmigrasi sangat mendukung untuk implementasinya. BNI menyiapkan beberapa solusi dari hulu ke hilir, seperti kartu tani untuk penyaluran bantuan/subsidi secara non tunai, solusi agen46/agen bank sebagai alternatif usaha BUMDES dan Solusi pengembangan RMP (Rice Milling Plan),” ujarnya.

Sejak tahun 2016, menurutnya, BNI telah aktif mendampingi desa dalam pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di seluruh Indonesia. Hingga kini, BNI sudah mendampingi pembentukan 2.745 BUMDES.

Menurut data Kemendesa PDTT, dalam upaya transparansi Dana Desa, saat ini juga telah dibuka 9.815 Rekening Kas Desa (RKD) dikelola melalui BNI. “Ke depan, peran BUMDES akan semakin penting dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan,” tandasnya. (bmw/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »