FK3JT: Mustahil Kiai Urunan Dukung Khofifah

07/11/2017
168 Views

Portaltiga.com – Koordinator Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT), Fahrur Rozi (Gus Fahrur) menegaskan sangat mustahil jika kiai-kiai mengumpulkan dana, alias urunan untuk mendukung Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Khofifah Indar Parawansa dalam Pilkada Jatim 2018.

Penegasan Gus Fahrur tersebut, untuk menanggapi pernyataan pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto KH Asep Saifuddin Chalim. Di media, kiai Asep menyebut Khofifah tidak mencari dukungan kiai. Sebaliknya, kiai siap urunan untuk mendukung Khofifah di Pilkada Jatim tahun depan.

“Kalau seperti itu yang dikatakan kiai Asep di media, bahwa minta kiai-kiai untuk urunan mendukung Khofifah, itu sesuatu yang tidak mungkin. Karena, politik di Indonesia belum menganut sistem kepedulian masyarakat sampai sejauh itu,” ucapnya kepada wartawan di Surabaya, Selasa (7/11/2017).

Gus Fahrur sangat serius dengan pernyataannya itu. Sebagai bukti keseriusannya, dia ingin kiai Asep bisa membuktikan pernyataannya tersebut. Pernyataan yang tidak sekedar hanya diungkapkan di media saja.

“Saya ingin bukti bukan hanya sekedar statement di media saja. Tapi, ingin bukti kiai A urun berapa, kiai B urun berapa. Padahal, biaya Pilgub untuk calon gubernur itu ratusan miliar, tidak ratusan ribu. Mampukah kiai berbuat seperti itu,” jelasnya.

Beda dengan statemen Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah yang menyatakan kiai mendukung Gus Ipul bukan rekayasa. Pernyataan kiai Mutawakkil itu asli dan kenyataan. Tanpa embel-embel urunan berapa.

“Masing-masing diminta berapa M untuk mendukung Gus Ipul, itu tidak ada. Tapi secara moral, 21 kiai ini ingin kader NU bisa menjadi Gubernur. Sehingga mendorong Gus Ipul untuk maju,” terangnya.

Pihaknya juga meminta kiai Asep untuk segera menarik peryataannya yang mengatakan mendukung Khofifah pada Pilgub Jatim 2018 hukumnya fardhu ain.Pernyataan itu disampaikan di hadapan sejumlah kiai sepuh dan ribuan jamaah Muslimat NU daam acara Istighosah Kubro di Ponpes Amanatul Ummah di Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (4/11/2017).

“Pernyataan itu harus ditarik. Wajib itu hukumnya karena sudah meresahkan kalangan umat islam yang tidak sependapat dengan statement itu,” tegasnya.

Gus Fahrus mengimbau agar urusan Pilgub tidak dicampur adukkan dengan uruan syariat. Ia menyebut pernyataan Kia Asep sangat kaliru dan diminta untuk tidak mengulanginya lagi.

“Karena ini Pilgub adalah urusan dunia sebaiknya untuk tidak mengkait-kaitkan dengan hukum syari. Dan bilang memilih Khofifah adalah hukumnya fardhu ain, itu sangat-sangat keliru karena akan menimbulkan masalah-masalah yang syar’i,” ujarnya.

Menurutnya, Kiai  Kampung tidak mempermasalahkan sikap politik kiai Asep yang mendukung Khofifah. Namun, dia kembali mengingatkan agar tidak membawa-bawa urusan syariat dalam politik. “Saya tidak permasalahkan kalau dukung Bu Khofifah, tapi tolong jangan sangkut-sangkutkan dengan syar’i,” tandasnya. (bmw/abi)

Leave A Comment