Fantastis, Investasi Di Surabaya Selalu Over Target

17/01/2017
199 Views

Portaltiga.com-Tiga tahun terakhir investasi yang masuk ke Kota Surabaya selalu over target dari rencana sebelumnya, hal ini menunjukkan Surabaya merupakan wilayah yang sangat menjanjikan bagi para investor yang akan mengembangkan bisnis dan usahanya di kota terbesar kedua di Indonesia.

Dari data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Surabaya, tercata sejak tahun 2014 dari target Rp18,01 triliun investasi yang masuk ke Surabaya terealisasi Rp28,4 triliun, dan 2015 investasi yang masuk terealisasi Rp31,25 triliun dari target sebesar Rp19,81 triliun, sementara di tahun 2016 realisasi investasi sebesar Rp43,15 triiun dari target yang dicanangkan sebesar Rp20,99 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Surabaya, Eko Agus Supiadi, mengatakan, tiga tahun terakhir nilai investasi baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang masuk ke Surabaya meningkat terus bahkan over target.

“Kondisi infrastruktur yang baik di Kota Surabaya yang membuat para investor asing maupun dalam negeri berlomba untuk menanamkan investasinya di Kota Surabaya ini. Dari pertumbuhan investasi tersebut lebih banyak pada sektor padat karya dan perdagangan”ujarnya kepada wartawan di Humas Pemkot Surabaya, Selasa (17/01/17).

Ia menjelaskan, pembenahan infrastruktur di Surabaya terus dilakukan untuk memperlancar akses distribusi barang dan jasa, karena Surabaya ini memang merupakan kota perdagangan dan jasa sehingga banyak dilirik para investor. “Karena kota perdagangan dan jasa ini maka infrastruktur yang bagus menjadi modal utama untuk menggaet investor lebih banyak lagi.”terangnya

Eko menambahkan, di tahun 2017 Pemkot Surabaya menargetkan investasi yang masuk sebesar Rp21,43 triliun atau naik 14% dibanding tahun 2016 yaitu sebesar Rp20,99 triliun. Adapun rinciannya adalah, untuk Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 10,45 juta dolar, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 568,236 miliar, dan investasi daerah sebesar Rp 20.722 triliun.

Dijelaskan oleh Eko, ada lima sektor yang menjadi penunjang terbesar investasi. Kelima sektor itu yakni perdagangan besar yaitu ekspor-impor sebesar 6 persen, perdagangan reparasi dan perawatan mobil sebesar 12 persen. Tiga sektor lainnya yakni industri pengolahan tembakau, perdagangan eceran, serta real estate yang masing-masing berkonstribusi sebesar 5 persen.

“Adapun negara asal perusahaan PMA terbesar dalam kontribusi investasi di Surabaya berasal dari Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Britihs Virgin Island,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Kadin Kota Surabaya, Jamhadi mengatakan, meningkatnya investasi di Surabaya lebih karena faktor lokasi dimana Surabaya merupakan gate way untuk ke daerah-daerah lain terutama akses ke kawasan Indonesia Timur. Namun, kata Jamhadi, yang perlu diwaspadai oleh Pemkot Surabaya adalah gejolak inflasi harus benar-benar diperhatikan. Karena inflasi menjadi faktor terhadap indikator turun dan naiknya investasi di Surabaya.

“Inflasi harus tetap terjaga karena menentukan indikator pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Saya cukup was-was terhadap inflasi Surabaya, karena hanya Surabaya yang belum memiliki Tim Pengendali Infalsi Daerah atau TPID dari 38 Kota dan Kabupaten di Jawa Timur.”ungkapnya. (Trish)

Leave A Comment