Facebook Rombak Jajaran Petinggi, Karena Scandal Cambridge Analitica?

Portaltiga.com – Facebook melakukan perombakan pada jajaran eksekutifnya. Perombakan struktur perusahaan ini turut melibatkan Messenger, WhatsApp, sampai Instagram yang merupakan anak perusahaan dari Facebook. Sementara itu, pucuk kepemimpinan dipegang oleh pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Pengumuman perubahan jajaran eksekutif ini telah diumumkan secara internal kepada para karyawan. Langkah ini dilakukan Facebook untuk meningkatkan komunikasi eksekutif dan privasi pengguna. Meski demikian, reorganisasi ini juga merupakan reaksi dari Pilpres Amerika Serikat, manipulasi oleh pemerintahan Rusia, hingga skandal Cambridge Analytica.

Seperti dikutip dari Recode, Rabu (9/5/2018) struktur perusahaan dibagi ke dalam tiga divisi utama, Family of AppsCentral Product Services, dan New Platforms + Infrastructure.

Divisi Family of Apps dipegang oleh CPO Chris Cox yang bertugas mengawasi Instagram (Kevin Systrom), WhatsApp (Chris Daniels), Messenger (Stan Chudnovsky), dan Facebook app (Will Cathcart).

Kemudian, divisi Central Product Servicesdiduduki oleh VP of Growth Javier Olivan yang memimpin Ads (Mark Rabkin), Analytics (Alex Schultz), Integrity, Growth, Product Management (Naomi Gleit).

Sedangkan divisi New Platforms + Infrastructure ditempati oleh CTO Mike Schroepfer. Ia bertanggungjawab soal AR/VR (Andrew “Box” Bosworth), Blockchain (David Marcus), AI (Jerome Pesenti), dan Engineering, Infrastructure, Data Privacy (Jay Parikh).

Mengenai blockchain, itu adalah tim baru yang dikembangkan oleh Facebook. David Marcus yang sebelumnya merupakan petinggi dari aplikasi pesan Messenger, harus digeser untuk mengisi pos Blockchain.

Sebelumnya, Zuckerberg telah mengirimkan sinyal mengenai reorganiasi ini pada awal tahun, sebagai bagian dari resolusi dia terhadap Facebook dan penggunanya. Bos Facebook ini ingin mengambil lebih banyak tanggung jawab atas dampak perusahaannya kepada dunia.

Harapannya dengan reorganisasi perusahaan ini, Zuckerberg dapat menjalankan peran baru dalam membuat jalur komunikasi yang lebih terbuka diantara para eksekutif tanpa merusak pergerakan perusahaan. (dtc/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION