portaltiga.com
Politika

Erupsi Gunung Bromo, Pertanaman Di Sekitar Gunung Jalan Terus

Kepala Dinas Pertanian Jatim Ir. Wibowo eko Putro

 

Portaltiga.com: Meski Gunung Bromo mengeluarkan asap dan abu dengan status siaga sejak 6 Desember 2015, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim tak khawatir. Pertanaman di sekitar gunung berapi aktif di Jatim itu aman dan tumbuh dengan subur.

“Sampai sekarang tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena pertanaman di sana masih aman,” kata Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur Wibowo Eko Putro kepada wartawan di Surabaya, Selasa (5/1).

Dijelaskan, area pertanaman khususnya di kawasan Tosari, Kabupaten Pasuruan adalah berjenis pertanaman kentang yang berdasarkan laporan hingga saat ini tetap baik. Bahkan, adanya hujan membuat debu silikat yang dihasilkan dari erupsi Gunung Bromo justru membantu tanaman itu.

“Debu erupsi Bromo akan menjadi pupuk hara mikro yang berakibat semakin baik dan tahan terhadap organisme pengganggu tumbuhan. Belum lama ini saya bersama tim ke sana memantaunya langsung dan area pertanaman kentang masih baik,” tuturnya.

Area pertanaman di sana, menurutnya, sifatnya bergiliran dengan gandum karena berada di dataran tinggi yang tanahnya berada di 1.200 meter di atas permukaan laut. Sedangkan, area pertanaman bahan pokok seperti padi, jagung dan kedelai, berada di dataran rendah, bukan di area pegunungan.

Namun, tanaman-tanaman tersebut juga tak terpengaruh dengan debu erupsi Bromono. “Yang pasti, tim dari Dinas Pertanian sudah siap mengantisipasi persoalan tanaman di sekitar Bromo, terlebih dengan pengalaman kejadian serupa sebelumnya,” tandasnya.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, kondisi terkini Gunung Bromo pada Selasa (5/1) pukul 06.00-21.00 WIB, terpantau cuacanya cerah dan angin bertiup tenang dengan suhu 11-28 derajat celcius. Asap kelabu kecoklatan tebal tampak jelas dengan tekanan sedang hingga kuat yang tingginya berkisar 1.200 meter dari puncak ke barat sampai barat laut.

Sedangkan, data Seismiknya, yakni Tremor amax 3-20 mm dominan 5 mm. Suara gemuruh dari kawah dan disimpulkan bahwa Gunung Bromo Siaga masih berstatus siaga dengan titik aman 2,5 kilometer dari kawah.

“Tapi, bagi wisatawan yang berkunjung dan ingin menikmati keindahan Gunung Bromo saat erupsi dipersilakan. Selama tak melewati jarak aman maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan,”pungkas Kepala BPBD Jatim Sudarmawan. (BMW)