Umum

Emil Dardak Pimpin Rapat Siaga Bencana, Ini Hasilnya

Baca Juga : Ketika Asa Petani Rumput Laut di Sumenep Masih Tersekat

Portaltiga.com - Siaga bencana hidrometorologi di Jatim yang dikeluarkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa telah mendapatkan respon dari sebagian pemerintah Kota Kabupaten yang ada di Jatim. Dari data yang ada sudah ada 15 kota/kabupaten yang telah mengeluarkan SK Siaga Bencana tersenut untuk wilayahnya. "Sudah ada 15 kabupaten/kota di Jatim yang menindaklanjuti h imbauan tersebut, dengan menerbitkan SK untuk siaga bencana di daerahnya masing-masing. Alhamdulillah ini dilakukan kota/kabupaten yang masuk daerah rawan bencana," ujar Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dalam keterangan di sela rapat koordinasi bencana dan melihat kesiapan BPBD Jatim dalam kesiagaan bencana, Kamis (2/1/2020). Menurut Emil yang telah diminta Gubernur untuk memimpin langsung antisipasi dan penanganan kebencanaan, karena Gubernur sedang ibadah Umroh, pihaknya mengapresiasi langkah 15 kota/kabupaten yang telah mengeluarkan SK siaga bencana tersebut. Dirinya berharap kabupaten/kota yang sudah menerbitkan SK, segera melakukan langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiaaan menghadapi bencana hidrometorologi. "Sudah ada beberapa daerah yang mengalami banjir tapi penanganannya belum maksimal, makanya kami himbau persiapan penanganan bencana lebih dimaksimalkan," harap Wagub Jatim. Ditambahkan Emil, pihaknya juga sudah mendaparkan paparan secara komprehensif dari pakar bencana untuk melibatkan unsur Polri/TNI dan relawan terkait pembagian tugas logistik dan komunikasi hingga susur sungai dan susur bukit. "Tadi Prof Syamsul Ma'arif sudah memberikan masukan. Ada dua opsi, apakah akan kita formalkan melalui rencana operasi atau cukup menjadi referensi saja. Nanti kita sepakati satu persatu dengan seluruh instansi yang terlibat dalam draf rencana operasi," ungkapnya. Khusus antisipasi banjir di sungai Bengawan Solo, pihaknya juga mendapat masukan supaya menerapkan slow on safe. Mengingat, 30% daerah aliran sungai tersebut hulunya berada di wilayah Provinsi Jateng dan 70% berada di Jatim karena masuk wilayah hilir. "Makanya kita juga harus memantau curah hujan di wilayah Jateng agar banjir kiriman bisa diantisipasi dengan baik oleh Jatim. Masyarakat memang perlu waspada tapi tidak usah panik," harap Emil Dardak. Titik-titik yang perlu diwaspadai terhadap banjir, kata Emil adalah sungai Bengawan Solo, Brantas, Kali Lamong, dan Kali Kemuning di Madura. Sedangkan untuk waspada longsor, titik-titiknya seperti di Trenggalek, Tulungagung, Pacitan, serta daerah-daerah yang memiliki perbukitan lainnya "Kita sudah siapkan alat-alat berat untuk standby di sekitar daerah rawan tersebut. Bahkan juga dicoba langsung agar kesiapsiagaan bisa maksimal," pungkas Wagub yang mantan Bupati Trenggalek ini. Sementara itu BPBD Jatim sendiri telah menyiapkan beberapa peralatan yang siap on call digunakan bila terjadi bencana baik longsor maupun banjir. Beberapa alat evakuasi banjir seperti prahu karet, perlengkapan kebutuhan masyarakat termasuk makanan yang dibutuhkan untuk masyarakat bila terjadi pengungsian juga telah disiapkan. (ars/abi) Foto: Ilustrasi

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait