Emil Dardak Minta Sarjana Belajar Artificial Intellegent

Portaltiga.com – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengajak para lulusan universitas atau Perguruan Tinggi (PT) belajar multdisiplin, untuk menambah ketrampilan dan pengetahuan. Hal ini merupakan salah satu cara efektif untuk menjawab tantangan masa depan khususnya dalam menghadapi revolusi industri 4.0

“Sekarang ini eranya multidisiplin, jadi jangan terkungkung dengan batasan yang tertulis dalam ijazah karena tidak ada batasan dalam berkarir di dunia kerja,” ungkap Emil sapaan akrab Wagub Jatim saat menyampaikan orasi ilmiah pada acara Wisuda Pascasarjana, Sarjana, dan Diploma ke 46 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Ponorogo, di Ponorogo, Sabtu (13/4/2019).

Emil menjelaskan, jangan karena dalam ijazahnya tertulis sarjana akuntnasi maka tidak perlu belajar mengenai teknologi maupun sosial. Jika hal ini tidak dilakukan, maka para sarjana tersebut akan tergerus dengan kecanggihan proses artificial intellegent atau kecerdasan buatan.

“Banyak-banyaklah membaca dan belajar berbagai bidang, perluas cakrawala, sehingga ketika ada peluang kerja apapun bisa kita ambil,” terang Emil sembari mencontohkan ketika sebuah bank membuka lowongan teller yang melamar sangat banyak, namun ketika dibuka lowongan programmer perbankan yang melamar hanya sedikit. Padahal, kebutuhan teller saat ini tidak terlalu signifikan seperti dulu, karena adanya m-banking maupun teknologi lainnya.

Emil menambahkan, para lulusan perguruan tinggi memiliki tugas yang besar untuk ikut membantu menyelesaikan PR pemerintah lewat inovasi dan kreatifitasnya. Apalagi, tingkat pengangguran di Jatim hampir 70 persennya berada di rentang usia antara 15 sampai 24 tahun dan kebanyakan merupakan lulusan SMA.

”Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa jenjang pendidikan tidak berkolerasi lurus dengan pekerjaan yang ada. Disamping itu, minat wirausaha di kalangan muda masih sangatlah kecil,” urai Emil yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Bupati Trenggalek sembari menegaskan bahwa ini perlu mendapat perhatian semua pihak.

Selain itu, Emil juga mengajak para lulusan universitas atau PT untuk bersyukur karena angkatan kerja yang ada di Jatim jumlahnya tidak lebih dari 12% yang merupakan sarjana. Terlebih lagi, sekitar 50% lebih angkatan kerja di Jatim hanya lulusan SMP, sehingga menyebabkan banyaknya unskilled labour. “Oleh sebab itu kami ingin membangun ekosistem yang mendukung kreatifitas dan mental wirausaha,” tukasnya.(fey/fey)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION