Umum

Dua Hari Surabaya Diteror Bom, Orderan Go Food dan Go Send Meningkat

Baca Juga : AKBP Penyelamat Anak Teroris Mapolrestabes Surabaya Dapat Penghargaan

Portaltiga.com - Teror bom yang menimpa Surabaya selama dua hari ini cukup membekas di hati masyarakat. Masyarakat menjadi resah dan takut keluar rumah. Seperti Yanto, anggota Pasukan Kuning yang bertugas menjaga kebersihan kota Surabaya sedikit terusik dengan adanya kasus bom yang terjadi selama dua hari ini. Dia tak menyangka dan mengaku Surabaya kecolongan dengan adanya kejadian ini. "Saya tidak menyangka. Surabaya bisa kecolongan dibom. Apalagi selama ini kota Surabaya sangat kondusif. Benar-benar perbuatan tidak manusiawi apalagi memanfaatkan anak kecil. Saya berharap supaya teror ini cepat terselesaikan, Surabaya kembali aman," ucapnya saat diwawancarai di dekat bundaran Bulog Surabaya Jl A Yani, Senin (14/5/2018). Sedangkan bagi beberapa penjual rujak di depat St Louis Jl Polisi Istimewa, tragedi bom sedikit menurunkan penjualan, karena ada penutupan ruas jalan dan tragedi pengeboman yang terjadi pada saat hari Minggu. "Biasanya sih lumayan. Tapi hari ini dan kemarin bisa dibilang sepi. Ya saya cuma bisa berharap Surabaya kembali kondusif dan ndak terprovokasi sama teroris," ucap salah penjual rujak manis yang tidak mau disebutkan namanya. Sementara itu, di beberapa ruas jalan di Surabaya, lalu lintas tetap tampak ramai meskipun beberapa sekolah diliburkan. Hanya beberapa warga yang memilih tinggal menetap di rumah sampai keadaan dinyatakan aman. Imbas teror bom juga dirasakan pengemudi ojek online. Menurut Abdurahman, driver Gojek, selama dua hari ini pengguna jasa mereka meningkat terutama pengguna jasa Go Food dan Go Send. "Alhamdulillah mas, dua hari ini banyak orderan terutama Go Food dan Go Send. Banyak yang milih tinggal di rumah dan memantau kondisi Surabaya. Saya harap Surabaya kembali aman dan bebas teror," ucapnya. (doy/abi)

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait