portaltiga.com
Headline Umum

DPRD Dorong Pemkot Dorong Optimalisasi Direksi BUMD

Portaltiga.com – Kekosongan direksi terjadi di beberapa BUMD di Kota Surabaya. Sementara ini posisi-posisi strategis tersebut dijalankan oleh pelaksana tugas (Plt).

Keadaan ini menjadi masalah jika terus dibiarkan berlarat-larat. Kewenangan dan kompetensi seorang plt yang terbatas dinilai sedikit banyak akan mempengaruhi kinerja perusahaan.

Alfian Limardi, anggota dewan Komisi B bidang perekonomian DPRD Kota Surabaya, mendorong agar Pemkot cermat dalam memilih calon direksi BUMD agar kinerja perusahaan plat merah tersebut dapat terdongkrak.

“BUMD Surabaya perlu sosok transformatif dan visioner agar bisa melakukan gebrakan. Manajemen internal perlu direformasi dan inovasi perlu dikembangkan. Tahun lalu banyak target pendapatan yang tidak tercapai. Pandemi covid dan kondisi normal baru ini menjadi tantangan besar. Tidak bisa kerja hanya bisnis as usual saja”, ucap Alfian.

Berdasarkan catatan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2020 lalu, target pendapatan dari BUMD tidak tercapai. Ada yang tidak memberikan kontribusi pendapatan sama sekali, bahkan tidak sedikit yang mengalami kerugian. Laporan keuangannya juga masih ada yang tersendat dan mandeg diproses pengesahan. Kondisi ini memberikan gambaran betapa urgent nya transformasi di BUMD Kota Surabaya.

“Fokus kinerja kita tahun ini dan tahun depan adalah pemulihan ekonomi. BUMD punya peranan besar dalam menstimulasi pergerakan perekonomian di Surabaya, khususnya untuk membantu pengembangan UMKM. Kunci dari perubahan perusahaan tentu ada di direksinya. Saya berharap rekrutmen nanti harus bisa menjaring talenta yang ulet, tangguh, dan cepat beradaptasi dengan situasi yang ada,” tegas Alfian.

Lebih lanjut Alfian mengingatkan bahwa saat ini dunia tengah berada dalam kondisi VUCA, penuh dengan volatilitas (volatility), ketidakpastian (uncertainty), kompleksitas (complexity), dan ambiguitas (ambiguity) yang tinggi. Pandemi Covid-19 menjadi contoh nyata betapa cepatnya dunia berubah hingga memaksa manusia masuk ke dalam normal baru. Disrupsi ini harus direspon oleh pelaku usaha, termasuk BUMD, agar bisa tetap eksis. Penunjukkan direksi yang tepat sangat menentukan keberhasilan BUMD kedepan. (tea/tea)

Related posts

Komisi A DPRD Surabaya Minta Pemkot Patuhi Permendagri 41

admin

Mediasi Dengan Pemkot Soal Perwali 28 Dan 33, Pekerja Seni Dapat Jawaban Mengejutkan

admin

Risma Sudah Punya Rencana Untuk Bentuk Tempat Kesenian Di Hi Tech Mall

admin