Dishub Jatim Siapkan 418 Ribu Petugas Antisipasi Lonjakan Penumpang

Portaltiga.com – Menjelang libur tahun baru, Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim) akan mengantisipasi lonjakan penumpang dengan menyiapkan 418 ribu petugas untuk mengatur dan memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang.

Kepala Dishub Jatim Wahid Wahyudi menyebutkan banyaknya personel itu untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Seperti di Bandara Juanda yang mengalami peningkatan sebanyak 25 persen. Untuk mengatasi hal itu, dishub Jatim juga telah menyiapkan 19 extra flight. Wahid memprediksi puncak arus liburan akan terjadi pada Sabtu (30/12/2017).

“Dari 225 flight, kami akan tambah menjadi 19 extra flight,” ujar Wahid saat ditemui di Surabaya, Jumat (29/12/2017).

Penambahan armada, lanjutnya, juga dilakukan pada angkutan darat seperti bus. Sebanyak 557 bus cadangan sudah disiapkan mengantisipasi akhir tahun yang bersamaan dengan libur sekolah ini. Jumlah tersebut menambah 5805 armada yang telah disiapkan, termasuk pariwisata 2205 bus pariwisata. Sedangkan untuk kereta api, selain menyiapkan 100 rangkaian perjalanan, pemerintah telah menambah delapan rangkaian perjalanan baru.

Dengan penambahan tersebut, Wahid berharap semua angkutan bisa memberikan pelayanan yang baik.

“Masih ditemukan 13 persen yang tidak layak jalan dan sudah kami keluarkan dari terminal. Kami telah perintahkan juga kepada petugas di terminal, yang tidak layak jalan agar dikeluarkan,” jelasnya.

Hanya saja, menurutnya pada libur kali ini ada penurunan pada penumpang kapal laut. Dibanding hari biasa, jumlahnya menurun 35 persen. Dari 55 penyebrangan yang telah disiapkan, 47 kapal beroperasi pada libur panjang akhir tahun 2017. “Kapal ada penurunan penunpang dr hari normal turun 35 persen. Kondisi penumpang dan kendaraan padat penyebrangan tanpa jadwal. Artinya penyeberangan tidak menunggu jadwal keberangkatan. Begitu penuh langsung berangkat. Ketapang, Banyuwangi ke gilimanuk, Bali paling padat,” bebernya.

Wahid menjelaskan, penurunan moda transportasi pelayaran laut ini memang terjadi saat momen Natal kemarin. Baik angkutan penumpang maupun barang. Tidak ada pengaruh pada tren peralihan penumpang ke pesawat.

Wahid berharap, libur panjang akhir tahun kali ini bisa berjalan lancar. Dari beberapa titik, diprediksi penumpukan kendaraan terjadi pada simpang Lima Mengkreng. Exit tol Surabaya-Kertosono harus bertemu dengan kendaraan dari dan akan ke Kediri serta Nganjuk.

Sementara perihal kemantaban jalan, dirinya memastikan bahwa sebagian besar sudah mulus.

“Tinggal beberapa titik yang masih harus waspada karena bergelombang, seperti Mengkreng, saradan, bangil dan blega di madura,” tuturnya. Ditambahlagi di Rejoso yang sedang dilakukan pembetonan. (ars/tea)

– menjelang libur tahun baru, Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim) akan mengantisipasi lonjakan penumpang dengan menyiapkan 418 ribu petugas untuk mengatur dan memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang.

Kepala Dishub Jatim Wahid Wahyudi menyebutkan banyaknya personel itu untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Seperti di Bandara Juanda yang mengalami peningkatan sebanyak 25 persen. Untuk mengatasi hal itu, dishub Jatim juga telah menyiapkan 19 extra flight. Wahid memprediksi puncak arus liburan akan terjadi pada Sabtu (30/12/2017).

“Dari 225 flight, kami akan tambah menjadi 19 extra flight,” ujar Wahid saat ditemui di Surabaya, Jumat (29/12/2017).

Penambahan armada, lanjutnya, juga dilakukan pada angkutan darat seperti bus. Sebanyak 557 bus cadangan sudah disiapkan mengantisipasi akhir tahun yang bersamaan dengan libur sekolah ini. Jumlah tersebut menambah 5805 armada yang telah disiapkan, termasuk pariwisata 2205 bus pariwisata. Sedangkan untuk kereta api, selain menyiapkan 100 rangkaian perjalanan, pemerintah telah menambah delapan rangkaian perjalanan baru.

Dengan penambahan tersebut, Wahid berharap semua angkutan bisa memberikan pelayanan yang baik.

“Masih ditemukan 13 persen yang tidak layak jalan dan sudah kami keluarkan dari terminal. Kami telah perintahkan juga kepada petugas di terminal, yang tidak layak jalan agar dikeluarkan,” jelasnya.

Hanya saja, menurutnya pada libur kali ini ada penurunan pada penumpang kapal laut. Dibanding hari biasa, jumlahnya menurun 35 persen. Dari 55 penyebrangan yang telah disiapkan, 47 kapal beroperasi pada libur panjang akhir tahun 2017. “Kapal ada penurunan penunpang dr hari normal turun 35 persen. Kondisi penumpang dan kendaraan padat penyebrangan tanpa jadwal. Artinya penyeberangan tidak menunggu jadwal keberangkatan. Begitu penuh langsung berangkat. Ketapang, Banyuwangi ke gilimanuk, Bali paling padat,” bebernya.

Wahid menjelaskan, penurunan moda transportasi pelayaran laut ini memang terjadi saat momen Natal kemarin. Baik angkutan penumpang maupun barang. Tidak ada pengaruh pada tren peralihan penumpang ke pesawat.

Wahid berharap, libur panjang akhir tahun kali ini bisa berjalan lancar. Dari beberapa titik, diprediksi penumpukan kendaraan terjadi pada simpang Lima Mengkreng. Exit tol Surabaya-Kertosono harus bertemu dengan kendaraan dari dan akan ke Kediri serta Nganjuk.

Sementara perihal kemantaban jalan, dirinya memastikan bahwa sebagian besar sudah mulus.

“Tinggal beberapa titik yang masih harus waspada karena bergelombang, seperti Mengkreng, saradan, bangil dan blega di madura,” tuturnya. Ditambahlagi di Rejoso yang sedang dilakukan pembetonan. (ars/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »