Diperjuangkan FPDIP DPRD Jatim, Patto Sayyaf Akhirnya Ikut Unas

 
Portaltiga.com: Perjuangan Fraksi PDIP DPRD Jatim membantu Patto Sayyaf bocah jenius asal Waru Sidoarjo agar bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) akhirnya membuahkan hasil. Bahkan sebagai wujud rasa syukur, F-PDIP mengundang Pato bersama keluarga di ruang F-PDIP DPRD Jatim, Selasa (26/4).

“Sebenarnya kami mau mengundang Kadiknas Jatim, Saiful Rahman dan Kadiknas Sidoarjo, Mustain untuk membahas soal Patto, tapi ternyata mereka lebih awear sehingga hari ini ada kabar mengembirakan Pato bisa mengikuti UN,” ujar Sri Untari ketua F-PDIP DPRD Jatim didampingi sejumlah anggota F-PDIP dan orang tua Patto Sayyaf.

Mantan anggota DPRD Malang ini mengaku telah berusaha sekuat tenaga agar Patto tidak kehilangan haknya untuk menuntut ilmu. Bahkan sampai minta bantuan Mendiknas, Anies Baswedan karena secara prinsip dia sudah punya memiliki raport hingga semester XII. “Kabar membahagiakan ini semoga bisa menjadi pemacu semangat Patto untuk lebih rajin belajar dan sekolah sehingga kelak berguna bagi bangsa dan negara,” harapnya.

Sri Untari juga akan mengupayakan Patto Sayyaf bertemu dengan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarno Puteri dan Mendiknas Anies Baswedan. “Tadi Pak Mendiknas Anies Baswedan juga titip salam buat Patto dan minta supaya lebih rajin belajar,” imbuh sekretaris DPD PDIP Jatim ini.

Sementara itu Patto Sayyaf mengaku senang karena bisa ikut ujian nasional pada 16 Mei 2016 dan siap mengikuti UN karena telah mengikuti Try Out ujian nasional. “Saya yakin bisa lulus ujian. Saya bercita-cita menjadi astronout,” terang siswa yang suka duduk di bangku paling depan ini.

Sebagaimana diketahui bersama, kasus ini mencuat setelah Joko Trianto dan Wahyu Nurandari selaku orang tua Pato Sayyaf wadul ke F-PDIP DPRD Jatim karena merasa terpukul akibat anak keduanya bernama Patto Sayyaf didholimi oleh pihak sekolah yang tidak bertanggungjawab dan Diknas Sidoarjo yang terkesan enggan memberikan solusi karena terbentur aturan sehingga anaknya tak bisa mengikuti UN seperti 14 siswa lainnya padahal dia sudah memiliki raport kelas 6 dan prestasinya juga bagus.

Patto Sayyaf tergolong siswa pandai sehingga oleh pihak sekolah dimasukkan kelas akselerasi. Kelas 1 sampai 6 hanya ditempuh 4,5 tahun dengan nilai memuaskan. Ironisnya, ketika hendak mengikuti Ujian Nasional pada bulan Mei mendatang, pihak Diknas Sidoarjo tidak memperkenankan sehingga pihak sekolah juga tidak bisa berbuat apa-apa.

SD Multi Ligual Anak Soleh Waru Sidoarjo memang belum memiliki ijin operasional bisa menyelenggarakan ujian nasional sendiri sehingga harus bergabung dengan SDN Tropodo 2 Sidoarjo.
Untuk meyakinkan dan membuktikan Pato Sayyaf layak mengikuti Ujian Nasional, orang tua Patto juga sempat mengetes kemampuan IQ anaknya ke lembaga phsikotes milik TNI AL atas saran Diknas Sidoarjo.
Berdasarkan hasil tes tersebut, IQ Patto Sayyaf mencapai 136.(Ari)

JOIN THE DISCUSSION