portaltiga.com
Intermezzo

Dindik Berharap Tender Unas Dimenangkan Jatim

Surabaya – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berharap pengadaan soal Ujian Nasional (Unas) jenjang SMA/SMK berasal dari Jatim. Tujuannya agar distribusi pembagian naskah ke daera-daerah pada pelaksanaan Unas bulan April mendatang tidak amburadul.
“Pertimbangannya karena Jatim adalah daerah yang luas dengan 38 kabupaten/kota di Jatim. Kalau bisa pemenang lelang distribusinya dari Jatim atau yang geografisnya dekat dengan Jatim saja, jangan yang di luar,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rachman, di Surabaya, Senin (11/1/2016).
Dengan percetakan dari Jatim, kata Saiful, pihaknya bisa setiap waktu memonitor ke percetakan. Kendala yang dihadapi juga cepat teratasi. “Kami ini pelaksana Unas di provinsi, kalau percetakannya tidak punya komitmen bisa kacau,” katanya.
Mantan Kepala Badan Diklat Jatim ini berharap Unas tahun pelajaran 2015/2016 tidak seperti tahun 2014/2015. Mulai tingkat satuan pendidikan, guru, siswa, hingga pelaksana di kabupaten/kota lebih serius menyiapkan Unas.
“Meski nilai Unas bukan sebagai syarat kelulusan, tahun lalu nilai Unas murni jenjang pendidikan SMA/MA dan SMK di Jatim bertebaran nilai di bawah standar 55. Dari total 427.332 peserta, sebanyak 97.728 siswa di Jatim nilai Unas-nya untuk mata pelajaran (mapel) tertentu berada di bawah standar nilai minimal,” katanya.
Rinciannya, jumlah peserta Unas di Jatim untuk jenjang SMA/MA sebanyak 231.982 siswa. Peserta yang mendapat nilai di bawah standar berjumlah 39.874 murid atau sekitar 17,9 persen dari total keseluruhan peserta. Untuk jenjang SMK, dari 195.350 peserta Unas, sebanyak 57.854 siswa nilainya di bawah 55 (29,62%).
Menurut Saiful, peningkatan bukan hanya dari sisi nilai. Integritas sekolah dalam melaksanakan Unas juga ditingkatkan. Tahun 2015 lalu, hanya ada 63 SMP, 14 SMA, dan 24 SMK di Jatim yang meraih indeks integritas tinggi dari Kemendikbud. “Semuanya harus kerja keras menyukseskan Unas. Bukan hanya di tingkat Provinsi saja, daerah-daerah di kab/kota juga harus bersinergis,” tandasnya. (Ida)